Beranda politik DPRD Kutim Khawatir Rusak Lingkungan, Hepnie Minta Hati-hati Kebijakan Ekspor Pasir

Khawatir Rusak Lingkungan, Hepnie Minta Hati-hati Kebijakan Ekspor Pasir

0
Anggota DPRD Kutai Timur, Hepnie Armasyah Saat di wawancarai wartawan

Loading

SuaraKutim.com, Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur, Hepnie Armansyah, dengan tegas menolak kebijakan ekspor pasir yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Hepnie Armansyah berpendapat bahwa kebijakan tersebut dapat berpotensi merusak lingkungan dan mempengaruhi keberlanjutan sumber daya alam yang ada.

Hal tersebut disampaikan olehnya saat diwawancarai oleh wartawan, di gedung DPRD Kutai Timur, Senin, (05/06/23)

Dalam sebuah wawancara, ia menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak negatif yang mungkin terjadi akibat ekspor pasir. Ia mengungkapkan bahwa Kutai Timur memiliki kekayaan alam yang melimpah, termasuk sumber daya pasir yang sangat berharga. Namun, jika ekspor pasir dilakukan secara tidak terkontrol, hal ini dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang sulit diperbaiki di masa depan.

“Darimana mau diambil pasirnya kalau bukan dari pesisir pantai, saya pikir itu pemerintah harus mau mampu menahan diri dulu lah, mau cari uang dari situ tuh,” ungkapnya

Hepnie Armansyah juga menyoroti bahwa pasir memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Pasir dalam hal ini juga berperan dalam menjaga kualitas air dan mencegah erosi pantai. Dengan adanya ekspor pasir dalam skala besar, keberadaan habitat-habitat ini akan terancam dan mengakibatkan gangguan serius pada ekosistem lokal.

“Artinya kalau pendapat saya ya, saya gak sepakat, karena itu akan memperluas kerusakan lingkungan, akan memperparah lah, abrasi saja sudah cukup menjadi masalah ditambah lagi dengan adanya eksploitasi pasir,” ujarnya

Diakhir wawancara Hepnie meminta kepada Pemerintah Provinsi Kaltim untuk berhati-hati jika saja ada perusahaan tambang pasir yang akan mengurus izin pertambangnya terkait eksploitasi pesisir tersebut.(Adv/Red/SK-05)