Beranda ekonomi Kinerja Subholding Upstream Pertamina Capai Target di Semester Awal

Kinerja Subholding Upstream Pertamina Capai Target di Semester Awal

423
0

SUARAKUTIM.COM, JAKARTA – Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi Taufik Aditiyawarman menyebutkan, ada berapa penyebab yang mendukung capaian di semester 1 tahun 2021. Diantaranya melakukan kinerja operation excellence serta optimasi biaya di seluruh lapisan.

Produksi gas Subholding Upstream Pertamina sampai dengan Juni 2021 mencapai 2.665 MMSCFD atau 103% terhadap RKAP Ytd Juni 2021, sedangkan produksi minyak mencapai 390 MBOPD.

Sementara akumulatif produksi minyak dan gas mencapai 850 MBOEPD atau 100% dari target RKAP Ytd Juni 2021. Capaian ini merupakan gabungan produksi dari lapangan domestik sebesar 699 MBOEPD dan dari lapangan internasional sebesar 151 MBOEPD.

“Pemboran sumur pengembangan, dari target 396 sumur di RKAP 2021, sampai dengan Juni 2021 telah selesai 101 sumur serta 20 sedang proses atau on going. Sedangkan untuk kegiatan Work Over, dari target 466 kegiatan, sampai dengan Juni 2021 telah selesai dilakukan sebanyak 241 kegiatan dan untuk well intervention telah selesai dilakukan sebanyak 5.085 sumur,” jelasnya dalam acara Subholding Upstream Pertamina, yang dilakukan secara daring, Jumat (30/07/2021).

Subholding Upstream Pertamina terus berupaya melakukan kegiatan-kegiatan upaya penambahan cadangan melalui kegiatan seismik dan pemboran sumur eksplorasi. Sepanjang Januari hingga Juni 2021, realisasi luasan Seismik 3D telah mencapai 201 Km2 dan juga Seismik 2D sepanjang 1.186 Km.

Selain itu dilakukan pula penambahan cadangan 1P sebesar 36,3 MMBOE dan penambahan cadangan Contingency Resources 2C mencapai 37,8 MMBOE.  Untuk pemboran sumur eksplorasi telah selesai sebanyak 6 sumur. Terdapat pula 3 sumur yang masih dalam pemboran. Dengan total target 2021 diharapkan 19 sumur eksplorasi dapat terselesaikan.

“Kita juga akan mengoptimalkan tambahan produksi dari Blok Rokan yang akan dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) per tanggal 09 Agustus 2021,” terang Taufik Aditiyawarman.

PHR merencanakan pengeboran kurang lebih 130 sumur pengembangan pada tahun 2021 yang termasuk sisa sumur dari CPI. PHR juga mempersiapkan kurang lebih 290 sumur di tahun 2022. Ini adalah WK migas dengan investasi jumlah sumur terbanyak.

“Kami berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Sehingga usaha untuk menghasilkan energi bagi Indonesia khususnya, agar dapat berkontribusi optimal dalam mencapai target nasional produksi minyak 1 juta BOPD dan produksi gas 12 BSCFD diberi kemudahan,” ungkapnya lebih jauh. (Rnl)

Artikulli paraprakGaya Hidup Digital Diprediksi Terus Jadi Tren Walau Pandemi Usai
Artikulli tjetërPakar: Peluang TNI Lawan Ekstremisme Lewat Kontra Perang Hibrida