Beranda kutim Kota Makkah Padat, Bus dan Logistik Distop

Kota Makkah Padat, Bus dan Logistik Distop

0
Petugas Kloter IV Balikpapan yang akan mendampingi jamaah haji asal Kutim. Bontang, Balikpapan dan Kubar selama berada di Tanah Suci.

Loading

SANGATTA (25/8-2017)
Semakin padatnya Kota Makkah dengan jamaah haji, sehingga jalan sulit dilewati kendaraan besar membuat penghentian distribusi makanan kepada jamaah. Selain itu, bus shalawat yang disediakan juga stop beroperasi.
Kebijakan penghentian penyediaan makanan dan pengoperasian bus shalawat berlaku hingga jamaah berada di Mina, untuk melontar jumrah. “Jamaah untuk sementara dianjurkan beribadah di pemondokan serta membeli makanan sekitar pemondokan, karena kepadataan Kota Makkah,” terang Tasnim Muin – Ketua Kloter IV Balikpapan.
Dijelaskan, jamaah haji tidak dilarang untuk melaksanakan shalat di Masjidil Haram namun disarankan menjelang Wukuf sebaiknya dikurangi agar kondisi kesehatan terjaga. “Jika memang mampu tidak dilarang untuk beribadah di Masjidil Haram, sepanjang bisa menjaga kesehatan karena Wukuf tidak lama lagi,” jelasnya.
Kepada Suara Kutim.com, pegawai Kantor Kementrian Agama Kota Bontang ini menerangkan mulai Sabtu (26/8) Bandara Madinah dan Jeddah tempat jamaah haji datang, ditutup. Sedangkan kebutuhan jamaah selama di Arafah akan dibagikan mulai tanggal 28 Agustus malam. “Nantinya, jamaah mendapat bekal seperti kue namun untuk makanan dibagikan mulai malam,” bebernya.
Sementara Firman Wahyudi sebagai petugas dari Pemkab Kutim, menyebutkan seluruh jamaah Haji Asal Kutim, dalam keadaan sehat waalfiat. “Insya Allah, kami siap untuk melaksanakan wukuf serta kegiatan lainnya di Armina, mohon doanya agar semua berjalan lancar,” pinta Firman Wahyudi.
Berdasarkan jadwal yang dibagikan Pemerintah Arab Saudi, hari wukuf dilakukan Kamis sementara melontar jumrah dilakukan Jumat, Sabtu dan Minggu.(SK12)