Beranda kutim Kunjungi Jeddah, Gagal ke Masjid Terapung dan Laut Merah

Kunjungi Jeddah, Gagal ke Masjid Terapung dan Laut Merah

3454
0

MAKKAH (28/8-2018)
Disela-sela melaksanakan ibadah di Masjidil Haram atau umrahj sunnah, sebagian jamaah haji menyempatkan diri berkunjung ke Jeddah. Kunjungan ziarah ini, dilakukan jamaah haji untuk melihat langsung Masjid Tarapung dan Laut Merah, Masjid Qisas serta bertandang ke Pasar Balad yang dikenal dengan Toko Ali Murah.
Jamaah haji Kloter 4 Balikpapan yang berkunjung Jeddah, Selasa (28/8) setelah shalat Dzuhur. Untuk berkunjung ke kota internasional di Arab Saudi ini, setiap jamaah membayar biaya transportasi dan makan makam sebesar 60 Riyal Saudi atau sekitar Rp240 ribiu perorang.
Namun sayangnya program berkunjung ke Masjid Terapung sekaligus melihat Laut Merah, batal, karena Pemerintah Jeddah melarang jamaah datang menggunakan bus atau dalam jumlah banyak jika tidak pengemudi bus didenda 1.000 Riyal Suadi.
Pelarangan terjadi , kata Ketua Kloter 4 Balikpapan DR Rusdian Noor, akibat adanya jamaah umrah dari Indonesia menggelar perayaan ulang tahun di Tepi Laut Merah dekat Masjid Terapung ala Indonesia termasuk menyalakan lilin.
Meski hanya melihat dari bus, jamaah tepaksa hanya mengabadikan masjid yang tak kalah indahnya itu. Selain itu, jamaah juga diajak melihat sepeda raksasa serta sejumlah lokasi lainnya sebelum mampir di Masjid Qisas.
Di Masjid Qisas yang menjadi tempat pelaksanaan hukuman pancung bagi warga yang membunuh warga lainnya. Di Masjid berwarna putih ini, jamaah langsung kaget dengan pedagang kaki lima yang umumnya warga Madura.
Terlebih yang dijual semuanya masakan Indonesia seperti bakso, gado-gado serta sate serta es buah. Selain itu, ada juga jagung bakar yang harganya Rp20 ribi perbiji sertav jam tangan dan mainan.
Setelah satu jam di Masjid Qisas, jamaah yang menggunakan 2 unit bus besar ini, diajak ke Pasar Balad namun sebelumnya menikmati angin laut Jedah seraya makan malam sebelum shalat Magrib. Di pasar yangb konon terkenal dengan barang bermerek dan murah ini, jamaah bisa melakukanb tawar menawar terlebih banyak pegawai toko merupakan WNI. “Asyiknya, bisa juga menggunakan rupiah,” kata Rusdian Noor yang sempat menikmati jagung seharga Rp25 ribu.(SK12)

Artikulli paraprakTK2D Kembali Didata, Agar Lancar Pembayaran Gajinya
Artikulli tjetërLokasi Hukum Qisas Tidak Seram