Beranda kutim adv pemkab Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Pemukiman, BPBD Kutim Rata-rata Habiskan 60.000 Liter/hari Larutan...

Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Pemukiman, BPBD Kutim Rata-rata Habiskan 60.000 Liter/hari Larutan Disinfektan

329
0

Sangatta (27/3-2020)

Upaya memutus penyebaran wabah Virus Corona atau Corona Virus Disease (COVID-19) di Kutai Timur (Kutim), terus dilakukan. Tidak hanya Pemerintah Kutim, sejumlah organisasi dan lembaga kepemudaan, kemasyarakatan hingga organisasi keagamaan di Kutim juga ikut turun dan bahu membahu dalam melakukan penyemprotan disinfektan secara masal ke pemukiman warga, demi memutus rantai penyebaran COVID-19.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Syafruddin Syam sesuai instruksi pusat hingga kabupaten, BPBD ditunjuk sebagai penaggungjawab pelaksana harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di daerah. Karenanya, sejumlah upaya mulai dilaksanakan BPBD Kutim bekerjasama dengan PMI dan relawan lainnya dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di wilayah Kutim, termasuk dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke kawasan pemukiman warga.

“Sejak Senin (23/3/2020) lalu hingga saat ini tim kami (BPBD Kutim, red) bersama PMI dan relawan sudah mulai melakukan penyemprotan disinfektan, di pemukiman warga dan juga sejumlah fasilitas umum seperti terminal dan lainnya. Tidak hanya di Sangatta, kegiatan penyemprotan disinfektan ini juga dilakukan pada 18 Kecamatan di Kutim, melalui koordinasi gugus tugas tingkat kecamatan,” ujarnya.

Syafruddin Syam – Kepala BPBD Kutim

Lanjut Syafruddin, BPBD Kutim mengerahkan 2 unit mobil water suplay dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter dan mobil jeep fire dalam melakukan penyemprotan disinfektan. Dalam sehari, rata-rata larutan disinfektan yang merupakan campuran antara air bersih dan cairan disinfektan atau anti septik bisa mencapai 60.000 liter disiapkan untuk kegiatan penyemprotan. Jumlah ini belum termasuk kegiatan penyemprotan yang dilakukan pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kutim, Dinas Kesehatan Kutim, PMI dan relawan Kutim, karena memiliki unit kendaraan dengan kapasitas masing-masing.

“Kami kerahkan 2 unit mobil tanki water supyai dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Dalam sehari bisa sampai 6 kali bolak-balik isi air dan larutan disinfektan. Jadi minimal perhari bisa mencapai 60.000 liter larutan disinfektan yang kita semprotkan ke pemukiman warga. Belum lagi yang menggunakan melalui mobil jeep fire. Untuk mekanisme penyemprotan disinfektan, sudah terjadwal dibawah komando PMI dan Dinkes Kutim. Sementara kami biasanya memenuhi permintaan warga yang tidak tercover tim PMI,” jelasnya.

Hingga saat ini upaya penyemprotan disinfektan ke pemukiman warga terus dilakukan. Tidak hanya di Kecamatan Sangatta Utara, namun juga termasuk di Kecamatan Sangatta Selatan. Dengan mengerahkan 25 anggota BPBD Kutim, Syafruddin berharap semua pemukiman penduduk bisa terpenuhi. Untuk pemenuhan kebutuhan disinfektan, BPBD Kuitm dibantu oleh PMI Kutim dan PDAM Kutim yang menyediakan air bersih dan bubuk kaporit.

“Bahan disinfektan, kami disuplai dari PMI Kutim. sementara air bersih disediakan PDAM Kutim, beserta bubuk kaporit yang juga bisa dijadikan disinfektan. Hampir semua wilayah di Kota Sangatta kini sudah dilakuka penyemprotan disinfektan. Bahkan seperti kawasan Jalan Sepakat yang dikatakan sebagai red zone-nya Sangatta, penyemprotan sudah dilakuka hingga dua kali. Termasuk sejumlah gereja di Sangatta juga sudah kami semprot, sesuai permintaan pengurusnya. Wilayah Kecamatan Sangatta Selatan juga sudah mulai dilakukan penyemprotan. Bahkan ada salah seorang Ketua RT di Sangatta yang datang ke sini untuk meminta agar lingkungannya disemprot disinfektan dari BPBD Kutim, dan tidak mau pulang jika tidak bersama unit BPBD Kutim,” ujar Syafruddin sambil tertawa.

Ditambahkan Syafruddin, pihaknya berharap masyarakat juga ambil bagian dalam upaya memutus penyebaran COVID-19 di Kutim, khususnya di lingkungan masing-masing. Selain melakukan Social Distancing, masyarakat juga diharapkan penyemprotan disinfektan secara mandiri atau melalui swada masyarakat setempat.

“Personil kami jumlahnya terbatas. Begitu pula PMI, Relawan, termasuk TNI dan Polri. Tidak mungkin bisa tercover secara keseluruhan. Masyarakat hendaknya melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri atau swadaya bersama. Dengan begitu pemutusan rantai penyebaran Virus Corona, bisa dilakukan bersama-sama,” ujarnya.(Adv-Kominfo)

Artikulli paraprakAkibat Corona, Nasib CJH Tahun 2020 Belum Jelas
Artikulli tjetërKLB COVID-19, Disdik Kutim Perpanjang Masa Belajar di Rumah Hingga 20 April 2020