Beranda hukum Lambatnya Proyek Multi Years Karena Ketiadaan Anggaran

Lambatnya Proyek Multi Years Karena Ketiadaan Anggaran

1585
0
Salah satu proyek Pemkab Kutim tahun 2018 yang dibangun dengan sistem multi years.

SANGATTA (11/11-2018)
Kejaksaan Negeri Sangatta mengakui sejumlah proyek yang menjadi pendampingan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Sangatta, progresnya rendah atau tidak sesuai target. Penyebabnya, minimnya ketersediaan anggaran Pemkab Kutim sehngga berdampak terhadap pelaksanaan proyek.

Venue Renang yang belum ada tanda-tanda rampung sebelum Porprov Kaltim padahal sebelumnya proyek yang mengalahkan pembangunan Puskesmas ini diharapkan bisa digunakan pada Porprov Kaltim,
Kapeda Suara Kutim.com, Kajari Sangatta Mulyadi membenarkan ada 35 paket proyek multi years yang mendapat pendampingan TP4D, namun saat ini hampir semuanya mandek. “Memang ada beberapa proyek yang lambat pekerjannya, tapi itu memang masih sesuai dengan progres anggaran. Sebab karena anggaran juga belum cair, kontraktor juga lambat kerjanya. Mereka kerja pakai apa kalau mereka belum dibayar,” kata Kajari.
Ia membenarkan sejumlah kontraktor belum menerima uang muka, sehingga ada yang pekerjaanya sudah jalan, sementara sebagian lagi lambat. “Tapi kejaksaan terus pantau, masalahnya apa, karena kami sudah ada kesepakatan dengan PPTK untuk terbuka. Kalau mereka tidak terbuka, maka kami juga bisa mundur dari pendampingan. Tapi sejauh ini, semuanya masih berjalan sesuai dengan kesepakatan, mereka sangat terbuka,” aku kajari ketika ditanya banyaknya proyek multi years yang didampingi TP4D tidak berjalan.
Sebelumnya, Bupati Kutim Ismunandar memastikan, jika pemerintah akan mengevaluasi kinerja kontraktor berdasarkan progres pelaksanaan proyek tahun jamak di wilayah Kutim. Hal ini terkait dengan laporan dari berbagai pihak, bahwa ada beberapa proyek di sejumlah kecamatan yang dianggap tidak berjalan dan tidak ada progresnya, meskipun kontrak, termasuk uang muka mereka telah diterima sejak awal tahun. “Karena itu, kami akan meninjau ulang proyek tahun jamak itu, untuk memastikan progres di lapangan,” katanya.
Bupati ingin mengatahui kendala yang dialami kontraktor, sehingga pekerjaannya belum berjalan sebagaimana mestinya. Sementara laporan masyarakat, kata Ismu, menyatakan progress kegiatan belum kelihatan.
Bahkan anggota DPRD mempertanyakan masalah proyek tahun jamak, yang mereka nilai tidak jalan. Meskipun para kontraktor telah menandatangani kontrak, termasuk menerima uang muka sejak awal tahun, namun belum ada kegiatan di lapangan. Padahal, proyek masuk tahun jamak dengan harapan, pekerjaan selesai duluan, namun pembayaran dilakukan secara bertahap hingga masa akhir jabatan bupati berakhir.
Pengamatan Suara Kutim.com sejumlah proyek yang tak ada kemajuannya yakni Jembatan Sangatta Selatan, Gedung Bela Diri, Kolam Renang, Masjid Sangatta Selatan, dan Jalan Samping Kampus STIPER. (SK2)

Artikulli paraprakNgafifudin : Sistem Tumpang Sari Jadi Alternatif Agar Tidak Rugi Besar di Sawit
Artikulli tjetërWarga Kecam Festival Nomoni Karena Hidupkan Ritual Balia