Beranda kutim Catatan Perjalanan Haji (10)

Catatan Perjalanan Haji (10)

642
0
Suasana di pelantaran Masjidil Haram pada malam hari selalu ramai.

Masker Wajib Dipakai Setiap Hari

MASALAH kesehatan harus menjadi perhatian jamaah haji, pasalnya banyak jamaah kurang peduli dengan kesehatannya. Sehingga banyak beraktifitas melebihi batas ketahanan fisiknya, terlebih sebelum wukuf. Karenanya petugas haji baik TPHD maupun TKHD dan TPHI termasuk maktab selalu mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan sebelum waktu wukuf, karena fisik prima benar-benar dibutuhkan waktu wukuf di Arafah meski waktunya hanya 1 hari.

Untuk menjaga kesehatan dari terpapar penyakit lain, pemakain masker wajib selain itu jika panas terik wajib memakai kacamata hitam dan payung.

                Untuk menjaga kesehatan agar siap saat melaksanakan puncak haji dan rangkain lainnya, jamaah  wajib  menjaga pola makan, waktu istirahat serta waktu beribadah.  Keadaan sekitar hotel dan Masjidil Haram, benar-benar  menggoda terlebih bagi yang hobi berbelanja karena banyak barang yang dijual menarik perhatian, terlebih jamaah yang terlalu banyak menerima pesanan. Jika waktu belanja diutamakan, tentu   menganggu waktu istirahat yang akhirnya berdampak dengan waktu beribadah.

Ketua Kloter 4 Balikpapan DR Rusdian Noor ketika menjengkuk Ny Salbiah asal Kubar yang kakinya melepuh gara-gara mengejar bus tanpa alas kaki.

                Aktifitas perdagangan  di Makkah dan Madinah tak pernah berhenti kecuali saat shalat, dipastikan semua toko tutup, keadaan ini membuat kota tersuci di dunia ini selalu ramai. Terlebih pada Kamis malam  banyak warga Makkah dan Madinah keluar rumah untuk menikmati malam libur, mereka biasanya berada di pelantaran Masjidil Haram atau Masjid Nabawi bersama keluarga.

                Sebagai kota yang penuh dengan manusia, Pemerintah selalu mengingatkan jamaah akan kesehatan terus dijaga termasuk tertular penyakit lain, karenanya pemakaian masker menjadi kewajiban, selain itu kacamata hitam dan payung di kala siang wajib dipakai, membasahi muka agar tetap basah, juga wajib dilakukan, pemakaian  alas kaki terlebih saat cuaca panas, wajib jika tidak kaki bisa terkelupas.

                Pada tahun 2018 lalu, cuaca di Makkah dan Madinah kadangkala lebih 40 derajat celsius, akibatnya banyak jamaah haji Indonesia yang karena tak memakai alas kaki saat melintasi pelantaran kedua masjid, terkelupas.

               Karena panasnya yang luar biasa itu,  kalau ada telur  jatuh langsung menjadi dadar. Karenanya, alas kaki sebaiknya selalu dibawa ke dalam masjid dengan cara dibungkus tas keresek dan dimasukan dalam tas serut sehingga tidak kehilangan saat pulang.(bersambung/syafranuddin)

Artikulli paraprakBesok, 2 Pelanggar Pemilu Mulai Diadili
Artikulli tjetërHonorer Pemprov Kaltim Terima Insentif Hari Raya