Beranda ekonomi Mau Dipecat, Karyawan BPN Ngadu ke DPRD

Mau Dipecat, Karyawan BPN Ngadu ke DPRD

1788
0
MENGADU : Kornelis sebagai Ketua SBSI 1992 saat berorasi memperjuangkan nasib pekerja PT BPN

SANGATTA,Suara Kutim.com (9/2)
Ratusan pekerja PT Bina Palma Nugraha (BPN) Site Bengalon, Senin (9/2) pagi ngeluruk ke DPRD Kutim karena bakal dipecat sepihak bahkan diusir dari barak. Keluh kesah sejumlah pekerja itu dilontarkan Ketua SBSI 1992, Kornelius Wgaty.
Pengunjukrasa yang sebagian besar pekerja kebun bahkan ada yang berstatus mandor datang ke dewan membawa serta anak dan istri mereka. Kepada anggota mereka minta para wakil rakyat memperjuangkan nasib mereka yang diberhentikan dengan cara diminta mengundurkan diri. “Katanya pekerja merupakan ujung tombak perusahaan, namun nasib mereka tidak diperhatikan bahkan tenaganya terus diperas sedangkan perusahaan mengeruk keuntungan banyak,” ungkap Kornelius dalam orasinya.
Kornelius, menyebutkan aksi pengusiran dilakukan manajer keamanan BPN pada Jum’at pekan lalu. Bahkan ia menyebutkan, aksi pengusiran nyaris terjadi bentrok namun bisa ia atasi. “Masak hanya perbeadaan perhitungan upah harus diberhentikan, sementara pekerja tidak diberikan hak-haknya mulai jaminan kesehatan, kepastian upah serta ektra poding berupa susu,” bebernya.
Menanggapi uneg-uneg pekerja perusahaan perkebunan kelapa sawit, Uce Prasetyo selaku Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan bersama Agiel Suwarno – Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan, mengajak Kornelius dan perwakilan lainnya untuk berdialog lebih rinci di ruang Panmus.
Dipertemuan yang dihadiri sejumlah anggota DPRD, Sekretaris Disnaker serta pejabat Dinas Perkebunan itu, Kornelius mengungkapkan berbagai masalah yang dihadapi pekerja BPN. Selain itu, ia minta petugas kesehatan yang ada diberhentikan karena obat yang diberikan kepada pekerja sakit hanya amoxilin. “Perusahaan mengaku tidak ada uang untuk membeli obat dalam jumlah banyak dan berbagai jenis, sehingga yang diberikan hanya amoxilin,” sebut Kornelis yang sempat disambut tawa kecil oleh Uce Prasetyo.
Menanggapi keluh kesah pekerja BPN yang disalurkan Kornelius, kalangan dewan sepakat akan meminta penjelasan dari manajemen BPN termasuk soal pemberhentian dan pembayaran gaji yang tertunda. “Insya Allah, kami akan segera membantu mencarikan jalan keluar sama-sama menyenangkan kedua belah pihak,” janji politikus PPP yang diaminkan Agiel Suwarno.(SK-03/SK-07)

Artikulli paraprakBukit Pelangi Tempat Bercinta Terasyik di Sangatta
Artikulli tjetërRSU Naik Status, Jadi RS Kudungga