Beranda ekonomi Melalui APBD-P, PU Siapkan 50 Paket Untuk Sangsel dan Teluk Pandan

Melalui APBD-P, PU Siapkan 50 Paket Untuk Sangsel dan Teluk Pandan

0
Salah satu potensi di Teluk Pandan yang patut dikembangkan dengan pendekatan pembangunan infrastrukturnya sehingga bisa meningkatkan produksi beras yang berdampak terhadap peningkatan ketahanan pangan. Karena selama ini "terlarang" pembangunan irigasi terkendala, padahal jika bisa lahan yang ada tidak saja ditanam dua kali setahun tetapi sampai empat kali terlebi-lebh dengan varietas unggul.

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (30/9)
Seiring mulai dibukannya kran pembangunan di Sangatta Selatan dan Teluk Pandan, dalam beberapa pekan kedepan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) akan memulai kegiatan fisik terutama terhadap kebutuhan masyarakat yang mendesak seperti perbaikan gang, rehabilitasi kantor pemerintah serta peningkatan fasilitas umum lainnya.
Proyek yang segera digelar di kedua kecamatan, kata Kepala DPU Aswandini Ekatirta, Rabu (30/9) termasuk dalam usulan pada APBD Perubahan Tahun 2015 yang telah disetujui DPRD. Ia menyebutkan karena batasan waktu, semua paket proyek kemungkinan diproses dengan penunjukan langsung (PL) karena nilai paket proyeknya rata-rata Rp200 juta.
Ditemui diruang kerjanya, Aswan –sapaan pria pengemar olahraga golf ini, menyebutkan SKPDnya tidak bisa menargetkan besaran anggaran yang akan digelontorkan dalam perbaikan dan perawatan jalan dan beberapa fasilitas umum di Sangatta Selatan dan Teluk Pandan karena pendeknya massa kerja dan nilai harga barang atau material yang fluktuatif dan tidak stabil. “Selain itu, pekerjaan nantinya juga dilakukan pihak swakelola PU Kutim sehingga tidak ada tender namun tujuannya bisa membuka lapangan kerja di tengah banyaknya pekerja di PHK akibat gonjang-ganjing ekonomi nasional,” sebutnya.
Ia Aswan membenarkan untuk proyek fisik yang digulirkan di Sangatta Selatan dan Teluk Pandan, sebanyak 50 proyek diantaranya perbaikan jalan utama, jalan masyarakat dan gang-gang selain itu dilakukan rehab 2 kantor camat, 2 kantor desa dan beberapa Fasum.
Disinggung besaran anggaran yang dialokasikan untuk kedua kecamatan yang disebut Bappeda hanya 7 persen, Aswan belum bisa memberikan keterangan selain menyarankan kepada wartawan untuk meminta keterangan ke Bappeda. “Yang pasti di APBD Perubahan ada beberapa paket proyek yang segera dikerjakan, semuanya merupakan usulan masyarakat yang disampaikan melalui Musrebang namun baru bisa terakomodir melalui APBD Perubahan setalah Kemenhut dan LH mengijinkan pemkab untuk melakukan pembangunan di kedia kecamatan,” bebernya.
Sekedar diketahui, Pemkab Kutim dalam empat tahun terakhir kesulitan untuk melaksanakan kegiatan pembangunan di Sangatt Selatan dan Teluk Pandan karena kedua kecamatan berada dalam kawasan TNK.
Ketika Pemkab Kutim berusaha tetap melakukan pembangunan Terminal Bus di KM3 Jalan Poros Sangatta – Bontang, sejumlah pejabat Pemkab dipanggil Balai TNK di Bontang termasuk Awang Faroek Ishak ketika masih menjabat Bupati Kutim.(SK-02/SK-03/SK-012)