Beranda kutim Meski Baru, PSI Sudah Bisa Daftarkan 25 Kadernya di KPU Kutim

Meski Baru, PSI Sudah Bisa Daftarkan 25 Kadernya di KPU Kutim

1329
0
Kader PSI Kutim

SANGATTA (20/7-2018)
Meski berstatu partai baru, ternyata Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kutim sudah mampu menjaring kadernya. Bahkan, untuk menempati kursi DPRD Kutim, PSI Kutim yang dipimpin Mahdudi mendaftarkan 25 orang kadernya ke KPU Kutim.
Ke 25 kader yang didaftarkan untuk berebut kursi Dapil 1 yakni Antonius Rappan, Luther Andi Padang, Sriwahyuni, Mahdudi, Dinda Rizkyani Putri, Ancol, Veronika Mbari, Eudita Suryani, Burhanuddin, Dwy Yola dan Riswanto Eka Saputra. Sedangkan Dapil 2 terdiri Bernadus Aholiap Pong, Vitalis Bere Mau, Dirna Siska Sari, Swandy Yulianto, Ratna Sari, Ahmad Kafihuddin, Nur Hasida A.Md.Keb dan Fitriani Binti Anwar. Di Dapil 3 yakni Balan Laway, Ncauliq, Noviaty Balan, Andi Acok Alfian, Nasriah serta Hilarius C.B Radja. “Hanya Dapil Empat tidak ada,” terang Mahdudi.
Terkait target, Mahdudi menyebutkan partainya ingin meraih paling sedikit 2 kursi di DPRD Kutim, bahkan menargetkan bisa membentuk fraksi meski sebagai partai baru. Tekad itu, ujar Mahdudi – Ketua PSI Kutim, berdasarkan tekad kader PSI yang sudah berjumlah 1.000 orang lebih. “Kader-kader PSI sebagian besar kaum muda, karenanya kami yakin PSI bisa mendapat kursi di DPRD Kutim pada Pemilu 2019 mendatang,” sebutnya.
Disebutkan, PSI lahir untuk merespon kecenderungan perubahan sosial-politik generasi baru tersebut. Generasi baru, kata Mahdudi, umumnya berharap lahirnya pemimpin-pemimpin yang bisa dipercaya, berintegritas, peduli pada rakyat, dan kompeten. Sesuai dengan perubahan sosial itu, generasi politik baru cenderung menuntut kesetaraan dan inklusivitas politik yang lebih besar.
Generasi baru, ditegaskannya, cenderung menentang berbagai bentuk sentralisme dan hirarki politik yang panjang. Secara sadar, PSI dibentuk dengan tidak bersandar pada satu tokoh sentral. “ Kepemimpinan PSI bertumpu pada prinsip kepemimpinan demokratis yang realistis yakni poliarki atau kepemimpinan oleh banyak orang. Ketua partai tidak diberi insentif untuk menjadi pemimpin nasional demi menghindari politisasi partai untuk kepentingan sang pemimpin sendiri,” bebernya.
Perjuangan PSI, diungkapkan, dilandasi empat nilai dasar yang menjadi karakter khas PSI yaitu kebajikan, keragaman, keterbukaan, dan meritokrasi.(SK12)

Artikulli paraprakDukcapil Kembali Serahkan KTP Warga Muara Wahau, Ismu Minta Jemput Bola
Artikulli tjetërJamaah Haji Kutim Diberangkatkan Pukul 06.00 Wita