Beranda kutim Meski Insentif Besar, Guru Enggan Bertugas di Sandaran

Meski Insentif Besar, Guru Enggan Bertugas di Sandaran

1596
0
SANGATTA,Suara Kutim.com
    Kebutuhan akan tenaga pengajar di Sandaran, besar namun tidak semua guru bersedia ditempatkan di daerah terpencil di Kutim ini.  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dkibud) Kutai Timur (Kutim), Iman Hidayat, mengakui  daerah Sandaran  punya kareteristik wilayah  berbeda dengan kecamatan lain.
  “Kecamatan Sandaran dikelilingi  laut disepanjang wilayahnya sehingga untuk mengakses dari  desa ke desa lainnya harus meggunakan transportasi sejenis kapal kecil dan perlu biaya besar, berikut kesiapan mental,” ujar Iman ketika disambangi wartawan belum lama ini.
Berbicara soal pendidikan di Sandaran, Iman mengakui mengalami kendala besar yang tiada lain karena faktor geografis. Bahkan, ia mengakui pemkab sudah mengalokasikan dana besar untuk tenaga pengajar yang bersedia bertugas di Sandaran namun banyak yang tidak berminat.  “Sandaran  kesulitannya  karena berada di tepi  laut,  kalau Busang meski jauh  jelas jalan darat kemana-mana masih bisa,” bebernya.
Menyinggung tenaga pendidik di Sandaran, diakui   cukup hanya penempatannya tak sesuai sehingga  berapa guru masih berkualifikasi SMA namun akibat kekurangan guru maka juga diperbantukan mengajar di tingkat dasar. “Kalau dari sisi jumlahnya cukup tapi dari sisi kesesuaiannya kurang karena itu ada yang SMA tapi ngajar SD karena tidak ada guru,” katanya.
Untuk menyiasati kekurangan guru, Dikbud Kutim mengangkat  guru honorer baik Pemkab maupun  oleh  sekolah sendiri untuk diperbantukan di sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru.
Secara periodik, jelas Iman, dilakukan  pengangkatan guru yang sebelumnya berstatus honorer sekolah menjadi honorer Dikbud atau TK2D sehingga beban sekolah tidak berat untuk menanggung pembiayaannya.

Iman juga menyebutkan  Pemkab memberikan intensif Rp2,5 juta  bagi guru berstatus  PNS yang bertugas daerah terpecil, sementara di Sangatta hanya Rp 1 juta. Ia mengakui, sebelumnya perbedaanya tipis namun setelah dilakukan pengkajian kembali dengan berbagai perhitungan agak jauh perbedaannya.(SK-02)
Artikulli paraprakPembayaran Santunan PSK K2 Terkendala Dasar Hukum
Artikulli tjetërPDIP Mulai Buka Pendaftaran Cabup dan Cawabup