Beranda kutim Meski Minim Dana, Porprov Kaltim Tetap Dilaksanakan

Meski Minim Dana, Porprov Kaltim Tetap Dilaksanakan

574
0
Muslimin mewakili KONI Kaltim saat memberikan sejumlah catatan kepada PB Porprov dan Peserta DRM.

SANGATTA (2/6-2018)
Karena bertepatan dengan Pilkada Kaltim yang memerlukan dana besar, menyebabkan bantuan Pemprov Kaltim untuk Porprov Kaltim, hanya Rp10 M. Kondisi minimnya anggaran Porprov Kaltim di Kutim, ini diakui Bupati Ismunandar tidak mengurangi semangat Pemkab dan KONI se Kaltim untuk melaksanakan.
Dihadapan peserta Delegation Registration Meeting (DRM) dan Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VI Tahun 2018, Sabtu (2/6), ia menyebutkan Pemkab dan KONI bertekad menjadi tuan rumah yang baik dan sukses.
Kepada KONI serta Peserta DRM, Ismu menaruh harapan adanya masukan dari peserta DRM memberikan saran agar pelaksanaan hajatan olahraga terbesar di Kaltim ini terlaksana. “Kini Pemkab berusaha agar semua venue yang dibangun bisa selesai tepat waktu, sehingga bisa digunakan pada Porprov mendatang,” sebutnya.
Sebelumnya Harpandi menerangkan DRM merupakan inti dan kunci sukses awal pelaksanaan Porprov Kaltim VI Tahun 2018 yang akan dilaksanakan di Kutai Timur. Diakuinya, KONI se Kaltim dan TD Cabor, pasti sudah menunggu-nunggu pelaksanaan DRM. “ DRM inilah akan diketahui sah atau tidaknya pelaksanaan Porprov Kaltim VI 2018. Dengan DRM, PB Porprov Kaltim VI barulah melakukan rangkaian kegiatan lanjutan, seperti Technical Delegate Meeting (TDM), Entry By Number, Entry By Name, dan lainnya,” bebernya.
Sementara itu, Wabup Kasmidi Bulang sebagai Ketua PB Porprov Kaltim secara detail menerangkan persiapan PB Porprov Kaltim terutama menyangkut akomodasi, transportasi dan venue tempat cabang olaharga dipertandingkan. “Saat ini sejumlah venue sedang dibangun melalui proyek multi years, selain itu beberapa lokasi menggunakan tempat yang ada termasuk milik sejumlah sekolah,” terang Kasmidi seraya menambahkan cabor yang dipertandingkan 52 cabor.
Namun ia mengakui untuk cabor bowling hanya bisa dilaksanakan di Bontang, namun sayangnya sarana yang ada dalam keadaan rusak. “Jika kondisinya tidak diperbaiki, kemungkinan bowling bisa batal karena arenanya hanya ada di Bontang, sedangkan senam dilaksanakan di Samarinda karena peralatannya sudah permanen,” beber Kasmidi Bulang.(SK13)

Artikulli paraprakKONI Kaltim Beri Catatan Penting ke PB Porprov dan Peserta DRM
Artikulli tjetërGelar Operasi, Tim Gabungan Temukan Tumpukan Komix dan Lem Kayu di Eks Kampus STAIS