Beranda hukum MS dan RA Datang ke Batu Ampar Ingin Buka Kebun Seluas 5...

MS dan RA Datang ke Batu Ampar Ingin Buka Kebun Seluas 5 Ha

754
0
MS dan Ra ketika diamankan di Mapolsek Muara Bengkal.

SANGATTA (19/9-2019)

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan, menyatakan jajarannya tidak main-main dengan masalah Karhutla. Bagi oknum yang sengaja melakukan pembakaran  akan ditindak berdasarkan hukum yang ancaman hukumannya 10 tahun penjara dan denda Rp10 Miliar.

Dalam Rakor Karhutla yang digelar Bupati Ismunandar, Kamis (19/9) disebutkan, 2 orang yang diamankan di Polsek Muara Bengkal yakni MS (51) dan RA (42) diduga kuat melakukan pembakaran lahan di Batu Ampar.

“Saat  MS  dan RA diamankan, ditemukan barang bukti  yakni 1 buah korek api gas,  1 plastik sample abu bekas terbakar di tempat kejadian perkara (TKP), 1  buah microSD card yang berisi video dan foto kebakaran lahan, serta 1  lembar celana pendek jeans warna biru muda. Selain itu, saat difoto dari wajah kedua tersangka masih tampak bekas abu dari pembakaran lahan,” terang kapolres.

Dari pemeriksaan awal, terang Kapolres, ternyata MS dan RA  bukan penduduk Batu Ampar. Namun keduanya adalah pemilik dari lahan seluas  5 hektar yang rencananya akan dijadikan kebun. “Mereka dari Samarinda, ketika warga melihat keduanya sedang membakar langsung dilaporkan ke Polsek Muara Bengkal sehingga dilakukan penangkapan,” terang kapolres.

                Karena ada bukti kuat, MS dan RA disangka melanggar Pasal 108 Undang-undang (UU) RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perkebunan atau pasal 187 ayat (1) KUHP yang menyatakan “Setiap pelaku usaha perkebunan yang membuka dan atau mengolah lahan dengan cara membakar atau barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir, dengan ancaman penjara selama 10 tahun serta denda Rp 10 miliar,” terang Kapolres Teddy Ristiawan.(SK3)

Artikulli paraprakPerusahaan Wajib Cegah Karhutla, Jangan Ikut Membakar
Artikulli tjetër7 Fraksi Terbentuk di DPRD Kutim