Beranda hukum Ngomix Juga Marak di Sangkulirang

Ngomix Juga Marak di Sangkulirang

5523
0
BERHAMBURAN : Bungkus obat batuk merk Komix yang digunakan kaum muda di Sangkulirang untuk teller. Diduga obat batuk ini sebagai pengganti pil koplo.(Foto Agusriasnyah Ridwan)

SANGATTA,Suara Kutim.com
Anggota DPRD Kutim Agusriansyah Ridwan mengaku miris dengan maraknya penggunaan obat batuk merek Komix yang mengandung desktrometorfan di Sangkulirang. Sebagai wakil rakyat politikus asal PKS ini mengharapkan semua pihak peduli. “Jika dibiarkan ini sangat berpengaruh kepada generasi muda Indonesia,” ujar Agus dalam pernyataanya di media sosial.
Mengamati adanya bungkus-bungkus obat batuk cair disuatu tempat di Sangkulirang, Agus yakin obat batuk yang diminum bukan untuk mengobati batuk tetapi dioplos dengan minuman suplmen. “Tidak mungkin diminum untuk meredakan batu, tetapi memang untuk oplosan biar bisa teller,” sebut Agusriansyah.
Ia menduga pengguna obat bantuk cair itu, kaum remaja yang terbiasa menggunakan obat koplo untuk bisa teller. “Kami akan menjadikan masalah maraknya penggunaan obat batuk ini sebagai salah satu materi saat berlangsung hearing dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Kesehatan,” kata anggota Komisi D yang membidangi masalah pendidikan dan kesehatan.
Obat batuk merek Komix sejak Juni 2014 lalu termasuk obat yang ditarik dari peredaran oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). Karena, obat yang semestinya berguna untuk mengobati batuk malah banyak disalahgunakan masyarakat untuk mabuk-mabukan menggantikan putaw serta shabu.
Menurut Direktur Utama Pengawasan Napza BPOM, Dra. Sri Utami Ekaningtyas, Apt, MM, penarikan sejak dari tahun 2013 namun terhalang lantaran obat-obat itu telah terlanjur di jual bebas di berbagai tempat. “Namun, apabila sesudah 30 Juni 2014 tetap ada pabrik yang memproduksi atau orang yang menjual obat-obat ini, maka bakal di beri sanksi sesuai sama dengan UU Kesehatan,” kata Sri Utami.
Di Swedia, obat berjenis desktro sudah dikategorikan ke dalam narkotika. Dan di negara negara tetanga kita, Singapura, obat tipe ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.(SK-04)

Artikulli paraprakSangatta Berkembang, PDAM Harus Tingkatkan Produksi
Artikulli tjetër3 Pejabat Polres Kutim Ganti Wajah