Beranda foto Nora : Rp40 M di Astiku Ditarik dan Digunakan Tim Liquidasi KTE

Nora : Rp40 M di Astiku Ditarik dan Digunakan Tim Liquidasi KTE

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (2/11)
Sekertaris Tim Liquidasi PT Kutai Timur Energi (KTE) Nora Rahmadani mengakui ikut dalam tim liquidasi PT KTE tahun 2012, namun dia masuk sebagai bagian dari tim pemerintah. Menurutnya, dalam tim liquidasi KTE ada dua yakni tim dari pemerintah, serta tim dari PT KTE. “Dari pemerintah, ada beberapa bagian yang terlibat termasuk Bagian Hukum, Bagian Keuangan, dan Ekonomi,” katanya.
Kepada wartawan, ia menyebutkan tim liquidasi dibentuk karena pemerintah ingin menyelamatkan asset PT KTE. Karena itu, ujar Nora yang juga Plt Kabag Hukum Setkab Kutim tim dibentuk untuk melakukan pendataan asset KTE sedangkan dari pihak KTE yang paling tahu asetnya dimana saja karena Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT KTE tahu persis dimana posisi asssetnya.
Dalam perjalanan, ungkap Nora semua asset KTE termasuk dana baik yang tersimpan di bank yang diblokir maupun yang ditanamkan dalam perusahan, didata. Diungkapkan Nora, asset berupa barang, tanah termasuk asset perusahan yang dibentuk KTE didata termasuk dana dalam bentuk saham di CV Astiku, juga didata.
“ Pendataan itu sudah diselesaikan dan laporan terakhirnya sudah diserahkan ke pemerintah, namun dirinya lupa besaran asset PT KTE,” aku Nora.
Menyinggung dana Rp40 miliar di Astiku, Nora mengakui dalam pendataan ada. Hanya, tim liquidasi KTE yakni Hamza Dahlan, Sukri dan lain-lain. Ditandaskannya, tim pemerintah tidak ikut-ikutan karena itu sudah ranah bisnis perusahan.
Karena tidak ikut dalam pencairan, aku Nora, tim pemerintah sama sekali tidak tahu ke mana dana yang di Astiku dibawa. Hanya Hamza Dahlan mengakui dana itu sudah digunakan untuk melanjutkan pembangunan PLTGB di Kabo yang dibangun PT KTE, namun belum selesai.
Terkait dana di Astiku kemana perginya, Nora tidak membantah masalah dana yang bisa membangun 1 unit Puskesmas itu dalam penyelidikan Kejari Sangatta. “Saya juga pasti ikut diperiksa tapi belum tahu kapan dipanggil,” katanya seraya berharap Hamzah dan kawan-kawan dari tim liquidasi perusahan PT KTE bisa membuktikan kemana uangnya.
Seperti diketahui, dana ini sudah menjadi objek penyelidikan Kejari Sangatta, karena dana ini sudah ditarik tim liquidasi KTE, tanpa sepengetahuan Kejari. Badahal, ini bagian dari barang bukti dalam perkara korupsi KTE, yang melibatkan manajemen PT KTE, yang sudah divonis bersalah, karena terbukti korupsi hasil penjualan saham PT KPC milik Pemkab Kutim senilai Rp576 miliar. (SK-02/SK-03/SK-12)