Beranda politik DPRD Kutim Novel T Paembonan : Faskes Harus Sesuai Standar Kesehatan

Novel T Paembonan : Faskes Harus Sesuai Standar Kesehatan

105
0

SUARAKUTIM.COM; SANGATTA—Setiap pembangunan fasilitas kesehatan (Faskes) seperti Rumah Sakit maupun Puskesmas, harus sesuai dengan standar. Karena itu, sejak dilakukannya perencanaan harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pihak Dinas Kesehatan agar sesuai dengan standar, terutama penataan ruangan. Sebab, fasilitas kesehatan memiliki kriteria, syarat, serta bukan asal jadi gedung. Demikian dikatakan anggota DPRD Kutim, dr Novel T Paembonan.

dr. Novel T Paembonan – Anggota DPRD Kutim

“Saya melihat, masih ada bangunan Puskesmas yang tidak sesuai dengan standar. Bahkan, ada yang belum dipakai, itu dipindahkan, karena tidak sesuai dengan standar. Padahal, hal seperti itu kalau dari awal dikonsultasikan pada Dinas Kesehatan, itu tidak akan terjadi. Karena itu, ke depan, seharusnya pembangunannya sudah harus berpedoman pada syarat dan standar kesehatan, sehingga bangunannya tidak mubazir,” katanya.

Dicontohkan, ada Puskesmas yang dibangun jauh dari lingkungan pemukiman. Tentu hal tersebut sangat tidak refresentatif dan tentu akan menyusahkan masyarakat. Apalagi jika ada masyarakat yang sakit, tentunya membutuhkan pelayanan yang cepat. Maka tentu akan sulit jika aksesnya jauh. Contoh lain, penataan bangunan. Laboratorium tidak boleh berhadapan dengan ruang rawat inap.

“Jadi, bangunan itu ada syarat penataannya. Agar tidak mubasir, seharusnya dibangun dengan terlebih dahulu dkonsultasikan pada Dinas Kesehatan, jadi saat dibangun memang sudah sesuai dengan standar,” jelas Novel, melihat fenomena bongkar pasang bangunan Puskesmas.

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun belakangan, Dinas Kesehatan Kutai Timur (Kutim) banyak melakukan rehabilitasi bangunan puskesmas. Termasuk ada yang dipindahkan, karena tidak memenuhi syarat. Bahkan ada yang dibongkar total, untuk menyesuaiakan prototipe Kementerian Kesehatan. Seperti tahun ini, Puskesmas Rantau Pulung, akan dibongkar total, untuk dibangun ulang dengan biaya Rp8 miliar lebih.(Advetorial/Admin)