Beranda hukum Nyalon DPD-RI, Mawar Mundur Dari Dirut PDAM Kutim

Nyalon DPD-RI, Mawar Mundur Dari Dirut PDAM Kutim

1086
0
Aji Mirni Mawarni saat menerima tropi yang berhasil memimpin PDAM T2B Kutim.

SANGATTA (19/9-2018)
Aji Mirni Mawarni mengundurkan diri sebagai Dirut PDAM Tirta Tuah Benua (T2B) yang tangani selama beberapa tahun terakhir. “Saya akan beralih profesi, karena pencalonan saya di DPD RI karenanya saya harus mengundurkan diri sebelum penetapan Daftar Calon Tetap DPD-RI,” kata wanita yang akrab disapa Mawar ini.

Dirut PDAM Tirta Tuah Benua (T2B) Kutai Timur (Kutim) Aji Mirni Mawarni (baju merah,red) saat menjelaskan proses produksi air bersih kepafa wartawan.
Kepada Suara Kutim.com wanita yang boleh dikatakan berhasil membawa PDAM T2B mengalami perkembangan pesat dan sudah dirasakan masyarakat Kutim terutama Sangatta ini, mengaku ia sudah lama bergelut di PDAM Kutim sehingga sudah saatnya melakukan perubahan agar PDAM Kutim bisa berkembang lagi termasuk dirinya. “Saya ingin tangan dan mencari ladang pengabdian lain lagi, semoga saja berhasil karenanya mohon dukungan Suara Kutim.com apa yang saya lakukan bermanfaat banyak bagi rakyat Indonesia terutama Kaltim,” kata peraih Top Improvement BUMD 2018 pada kategori PDAM dalam upaya perbaikan kinerja keuangan.
Alumny Universitas Trysakti Jakarta ini dinilai berhasil membenahi PDAM Kutim. Melalui tangan dan senyumnya yang khas, secara perlahan PDAM Kutim yang merupakan warisan PDAM Kukar bisa dibenahi bahkan telah masuk dalam PDAM sehat se Indonesia.
Ia mengakui, keberhasilan PDAM saat ini tiada lain dukungan Pemkab dan DPRD Kutim terlebih-lebih masyarakat sebagai pelanggan. Meski demikian, wanita berdarah Sultan Kutai Kartanegara ini mengakui masih banyak yang harus dilakukan PDAM Kutim seperti semua warga Sangatta Utara dan Selatan terlayani, terjadi peningkatan pelayanan dan jangkauan untuk masyarakat di luar Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. “Mewujudkan cita-cita itu bukan semata tanggungjawab PDAm tetapi tanggungjawab bersama yakni Pemkab dan DPRD, karena peningkatan layanan PDAM tidak terlepas dukungan Pemkab dan DPRD Kutim karena PDAM hanya sebatas operator,” bebernya.
Terkait kepergiannya dari PDAM Kutim, ia tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Pemkab, DPRD dan masyarakat Kutim. Yang membuatnya harus meneteskan air mata, ketika mengingat dukungan total jajaran PDAM Kutim yang tak mengenal lelah untuk bersama-sama membangun PDAM. “Kerjasamanya luar biasa, dalam keadaan bahaya saat IPA tenggelam dihantam banjir dan ancaman buaya, semua karyawan tetap bekerja demi layanan kepada masyarakat,” aku Aji Mirni Mawarni.(SK12)

Artikulli paraprakPT Kaltim Peringan Hukuman Nikolaus Menjadi 16 Tahun
Artikulli tjetërAndreas : MA Tolak Kasasi Ijur, Penjara Seumur Hidup Tetap