Beranda kesehatan Pada Tahap II, Tercatat 18.742 Warga Kutim Divaksin Difteri

Pada Tahap II, Tercatat 18.742 Warga Kutim Divaksin Difteri

727
0

SANGATTA (25/2-2018)
Vaksinasi difteri tahap II kembali digelar Dinas Kesehatan Kutim, hasilnya hingga Sabtu (24/2) kemarin, tercatat 18.742 warga Kutim yang divaksin. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Bahrani Hasanal, menerangkan pada Rabu (21/2) sejak vaksinasi tahap II dimulai, warga masyarakat yang sudah divaksin melaui Posko Sangatta Utara sebanyak 259 orang, Puskesmas Sangatta Utara (1.257), Puskesmas Teluk Lingga (3.317), Puskesmas Sangatta Selatan (1.004), Puskesmas Teluk Pandan (90) dan Puskesmas Kaubun sebanyak 381 dan Sepaso 600. “Hari pertama ada 6.308 orang yang terlayani,” terangnya.
Sementara pada Kamis (22/2) warga Kutim yang terlayani vaksin difteri sebanyal 6.559 orang, terbanyak di Puskesmas Telingga mencapai 3.828 orang disusul Sangatta Utara 572 orang dan Sepaso sebanyak 572 orang.
Pada hari ketiga, terang Bahrani, yakni Jumat (23/2) terlayani 2.381 orang sedangkan Sabtu (24/2) kemarin 3.495 orang. “Selama empat hari sudah terdapat 18.742 warga Kutim yang divaksin pada tahap II yang ditargetkan berlangsung hingga 15 Maret ,” terangnya.
Lebih jauh, ia menyebutkan, vaksinasi di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan termasuk vaksinasi difteri tahap II, sedangkan di Kaubum, Teluk Pandan dan Sepaso merupakan tahap pertama. Ia mengakui, sejak awal pelaksanaan vaksin tidak ada kendala berarti semua warga yang datang suda terlayani semua.
Mantan Direktur RSU Kudungga ini mengingatkan warga Sangatta Utara jika melihat terjadi penumpukan atau panjang antrian, sebaiknya mencari alternatif ke tempat pelayanan lain. “Khusus di Sangatta Utara ada tiga lokasi yakni Posko pelayanan samping Kantor Camat Sangatta Utara, Puskesmas Teluk Lingga dan Puskesmas Sangatta Utara. Jika di Puskesmas Teluk Lingga padat, sebaiknya cari ke lokasi pelayanan lainnya,” imbuhnya.(SK12)

Artikulli paraprakJelang Pelunasan ONH, Calhaj Kutim Besok Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Artikulli tjetërDokter dan Masyarakat Diimbau Tidak Menggunakan Albothyl