Beranda ekonomi Pamsimas Jangkau Desa Yang Kesulitan Mendapatkan Air PDAM

Pamsimas Jangkau Desa Yang Kesulitan Mendapatkan Air PDAM

710
0

SANGATTA (31/8-2018)
Peningkatan pelayanan air bersih ke desa sulit dilakukan PDAM, akan diatasi Pemkab Kutim dengan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasai berbasis Masyarakat (Pamsimas). Program yang dikelola Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) ini menyipakan 13 kegiatan di tahun 2018.
Kepala Dinas Perkim AM Fitra Firnanda melalui Kasi Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Mohammad Noor saat rapat koordinasi percepatan Pamsimas oleh di ruang Tempudau, kantor bupati belum lama ini.
Mohammad Noor mengungkapkan Pamsimas tahun ini terbagi melalui dua pendanaan. Sebanyak 10 program dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan 3 lainnya lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kutim 2018.
Dijelaskan, proyek dari ABPN berlokasi di Desa Cipta Graha-Kecamatan Kaubun, Desa Kebun Agung-Kecamatan Rantau Pulung. Sementara dengan dana APBD yakni Desa Melan-Kecamatan Long Mesangat, di Desa Rantau Sentosa-Kecamatan Busang.
Ia menambahkan, Pamsimas dilakukan masyarakat dengan metode Swadesa yakni kegiatan yang mampu menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya bagi warga desa. Kegiatannya swakelola karenanya pengadaan barang dan jasa serta pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan diawasi sendiri oleh desa sebagai penanggung jawab anggaran. “Dengan Pamsimas ini diharapkan masyarakat desa dapat mengakses pelayanan air bersih dan sanitasi serta penerapan gaya hidup sehat dan bersih. Serta mendukung pencapaian target MDGs,” tuturnya.
Dalam Rakor yang diikuti Kepala Desa, Noor mengingatkan agar aparat desa selaku pelaksana, terus melibatkan masyarakat serta memperhatikan waktu sehingga program bisa selesai sesuai rencana. “Waktunya empat bulan setelah penandatangan kontrak, jangan sampai telat,” terangnya.(SK5)

Artikulli paraprakPejabat Takut Laporkan Harta Kekayaanya ke KPK, LHKPN Rendah di Kutim
Artikulli tjetërBersama Pemkab dan KPC, Kodim Serta Polres Kutim Bantu Korban Puting Beliung