Beranda kutim adv pemkab Pemerintah Kutim dan MUI Duduk Bersama, Bahas Kemaslahatan Umat Dimasa Pandemi COVID-19

Pemerintah Kutim dan MUI Duduk Bersama, Bahas Kemaslahatan Umat Dimasa Pandemi COVID-19

324
0

Sangatta (15/4-2020)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menggelar pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutim, Rabu (15/4) siang, duduk bersama membahas kemaslahatan umat Islam ditengah mewabahnya pandemi virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), di wilayah Kutim. Pertemuan yang dilaksanakan pada Posko Utama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di kantor BPBD Kutim.

Rapat Koordinasi Pemkab Kutim dan MUI Kutim

Ketua MUI Kutim M Adam, menyebutkan bahwa pada dasarnya MUI bersepakat mendukung upaya pemerintah dalam penanganan COVID-19, khususnya di wilayah Kutim. Namun diakuinya, desakan masyarakat terkait kegiatan peribadatan umat Islam, seperti sholat berjamaah lima waktu dan termasuk sholat Jum’at berjamaah, terus datang dan masuk ke MUI Kutim.

“Kami (MUI, red) tetap mendukung upaya pemerintah dalam penanganan COVID-19. Namun saya akui, desakan masyarakat khususnya umat Islam terkait kegiatan peribadatan berjamaah di masjid, seperti sholat wajib lima waktu dan sholat Jum’at berjamaah, terus masuk ke MUI Kutim. Terlebih tidak lama lagi umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan, biasanya masyarakat tetap ingin melaksanakan tarawih berjamaah di masjid, buka puasa bersama termasuk usai puasa ramadhan, yakni melaksanakan solat Id berjamaah,” ujar Adam.

Ketua MUI Kutim, H. M Adam

Lanjutnya, dalam pertemuan internal MUI Kutim, beberapa tokoh agama Islam beranggapan bahwa sebagian wilayah Kutim, khususnya kecamatan-kecamatan yang hingga kini belum terpapar atau ada angka temuan ODP (Orang Dalam Pemantauan) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP), merupakan zona hijau dan masih bisa melaksanakan sholat berjamaah di masjid, termasuk sholat Jum’at berjamaah. Namun MUI Kutim tetap berkonsultasi dengan pemrintah Kutim dan khususnya Dinas Kesehatan Kutim yang mengetahui kondisi sesuangguhnya di lapangan.

“Memang sebagian tokoh agama Islam di Kutim, berpendapat bahwa tidak semua wilayah Kutim dianggap sebagai zona rawan atau merah. Sebab masih ada beberapa kecamatan yang hingga kini belum ada temuan ODP (Orang Dalam Pemantauan, red) maupun PDP (Pasien Dalam Pengawasan, red). Sehingga bisa saja Pemerintah Kutim memberikan kelonggaran agar warga setempat tetap bisa menjalankan sholat berjamaah di masjid, sebagimana biasanya. Tetapi tentu kami tetap menunggu arahan dari pemerintah dan Dinkes Kutim, sebab lebih mengetahui kondisi di lapangan terkait penyebaran COVID-19 ini,” terang Adam.

Sementara itu Bupati Kutim, Ismunandar berharap masyarakat tetap mematuhi anjuran dan edaran yang diluarkan pemerintah, terkait untuk sementara waktu tidak menggelar sholat berjamaah di masjid-masjid dan musholla. Sebab menurut Ismu, saat ini penyebaran COVID-19 di wilayah Kutim masuk dalam kategori tidak terkendali. Terlebih saat ini sudah ada beberapa cluster atau kelompok-kelompok sumber penyebaran COVID-19 di Kutim, termasuk cluster Ijtima Gowa. Sehingga bukan maksud pemerintah melarang masyarakat melaksanakan ibadah, namun demi keselamatan dan kesehatan bersama, lebih baik dilakukan di rumah masing-masing.

“Pemerintah Kutim tetap berkomitmen pada edaran kesepakatan bersama antara pemkab Kutim dengan MUI, beberapa waktu lalu, bahwa untuk sementara masyarakat diminta untuk tidak melakukan kegiatan peribadatan yang sifatnya berjamaah di tempat ibadah masing-masing. Tetapi kegiatan peribadatan dapat dilakukan secara sendiri-sendiri dan di rumah masing-masing. Hal ini untuk menghindari penyebaran COVID-19 yang semakin tidak terkendali di Kutim. Apalagi dari hasil pemeriksaan rapid test yang dilakukan pihak Puskesmas dan RSUD Kudungga pada anggota cluster ijtima Gowa asal Kutim, beberapa orang sudah menunjukkan reaktif positif pada hasil rapid testnya. Sehingga sebagai bentuk antisipasi, sebaiknya untuk sementara ikutilah instruksi pemerintah dan protokol kesehatan,” tegas Ismu.

Ditambahkan Ismu, pihaknya mempersilahkan MUI Kutim untuk mengeluarkan edaran kepada masyarakat dengan merujuk dan mempertimbangkan masukan dari pemerintah Kutim, khususnya Dinkes Kutim. Dirinya berharap masyarakat juga aktif melakukan upaya pencegahan penyebaran dan penularan COVID-19, dengan cara patuh mengikuti anjuran kesehatan. Mulai dari tetap menerapkan social dan physical distancing atau menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta tidak melakukan kegiatan yang sifatnya berkelompok atau berkumpul-kumpul.

“Saya berharap masyarakat Kutim juga tetap mematuhi anjuran kesehatan dalam upaya mencegah menularan dan penyebaran COVID-19. Tetap jaga jarak saat bertemu, tidak berkumpul-kumpul, rajin cuci tangan dengan sabun dan terapkan pola hidup bersih dan sehat,” ucapnya.(Adv-Kominfo)

Artikulli paraprakWajah Baru Ruang Layanan Pajak Daerah Bapenda Kutim, Diresmikan Secara Sederhana
Artikulli tjetërKorban Corona Yang Sembuh Bertambah 2 Orang