Beranda kutim Pemkab Disarankan Bangun Jalan Desa Terintegrasi Jalan Kecamatan

Pemkab Disarankan Bangun Jalan Desa Terintegrasi Jalan Kecamatan

508
0

SANGATTA (3/11-2018)
Sejak tahun 1999, Kabupaten Kutai Timur terus berbenah untuk meningkatkan pemerataan pembangunan baik untuk daerah pesisir dan pedalaman. Buah pembentukan Kutim, kini tidak ada lagi daerah yang terisolir. “Sejak Bupati Awang

Sobirin Bagus – Anggota DPRD Kutim
Faroek Ishak hingga Isran Noor, semua daerah dapat dihubungkan dengan pembangunan jalan serta jembatan-jembatan penghubung,” ujar Sobirin Bagus – anggota DPRD Kutim.
Diakuinya, masih ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan Pemkab Kutim di bawah kepemimpinan Ismunandar dan Kasmidi Bulang yakni dengan mengintegrasikan jalan kecamatan dengan jalan-jalan desa, agar memudahkan petani-petani dalam mengangkut hasil panen di sektor pertanian dan perkebunan.
Anggota Komisi B Bidang Pembangunan DPRD Kutai Timur menegaskan cara mempercepat pemerataan pembangunan kesejahteraan masyarakat ialah dengan membangun jalan-jalan penghubung antar desa, dengan kualitas sedang dan memadai.
Dengan mengintegrasikan jalan yang ada, mobilitas warga untuk keluar dan masuk ke desa lebih mudah dan berdampak untuk menekan besaran biaya angkut produk pertanian, karena ketiadaan jalan ataupun juga kerusakan jalan yang parah.
“Pembangunan jalan antar desa, jelas harus menggunakan APBD yang akan berdampak nyata dalam pemerataan pembangunan di semua wilayah kecamatan. Kita menyadari jika besaran Kutim lebih luas dibandingkan Provinsi Jawa Barat, disana ada sekitar 24 Kabupaten dan 7 Kota. Kutim yang luasannya seperti ini, hanya terdiri dari 18 Kecamatan dengan jumlah desa sebanyak 136 desa lebih,” bebernya.
Menurut Sobirin, walaupun APBD Kutim lebih tinggi dibandingkan Kabupaten di Jawa Barat, dengan luasan daerah yang begitu besar dan jauh. Jelas Kutim tidak dapat melakukan percepatan pembangunan seperti di Provinsi Jawa Barat, namun setidak-tidaknya semangat pembangunan jalan penghubung antar desa di Kutim terus dilakukan dan akan dikawal DPRD Kutim.

“Kutim Timur tentu belum bisa disamakan atau disetarakan dengan Jawa Barat, yang terpenting sekarang membangun jalan-jalan penghubung dari desa ke desa, dan kecamatan ke kecamatan. Inilah yang DPRD Kutim terus kawal, mengingat masyarakat pada desa-desa di pedalaman dan pesisir Kutim mengingingkan hal tersebut,” tandas politikus PKB ini.(ADV-DPRD KUTIM)

.

Artikulli paraprakKPC dan PMI Kutim Peduli Palu : 3.000 Paket Sekolah Diserahkan Hari Ini
Artikulli tjetërAnak-Anak Petobo Senang Dengan Paket Sekolah Sumbangan KPC dan PMI Kutim