Beranda hukum Pemkab Sediakan Rp2 M Untuk Penakaran Buaya di Kenyamukan

Pemkab Sediakan Rp2 M Untuk Penakaran Buaya di Kenyamukan

850
0

SANGATTA (11/11-2018)
Banyaknya warga Kutim yang diterkam buaya, termasuk buaya yang ditangkap masyarakat menjadi perhatian Pemkab. Sehingga direncanakan membangun lokasi penangkaran buaya di Sangatta dengan anggaran Rp2 M. Proyek penyelamatan buaya muara ini, diterangkan Wabup Kasmidi Bulang berlokasi di Muara Sungai Kenyamukan.
Dijelaskannya, penangkaran buaya diperlukan, guna mengurangi ketakutan masyarakat akan keganasan buaya muara,Ia mengakui, penakaran buaya merupakan solusi untuk mengatasi gangguan hewan yang dilindungi negara ini. “Buaya di Kutim ganas, sementara kini bukan hanya di sungai tapi kini sudah masuk ke parit-parit dan danau, bahkan hingga permukiman warga, yang tentu membahayakan masyarakat,” terang Kasmidi.
Proyek yang belum diketahui berada di bawah OPD mana ini, dijelaskan Kasmidi akan menggunakan lahan seluas 8 Ha di Dusun Kenyamukan Sangatta Utara. “Anggaran Rp 2 miliar sudah disiapkan, dan berlokasi di Dusun Kenyamukan,” terangnya.
Selain untuk tujuan penangkaran demi mengamankan masyarakat dari serangan buaya, penangkaran juga menurut Wabub, ke depan dapat menjadi wisata alternatif dan berpotensi menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kutim.
Meski tidak menjelaskan siapa yang akan mengelola serta tenaga ahlinya, orang nomor 2 di Pemkab Kutim ini menyebutkan kehadiran penangkaran memudahkan pengendalian buaya di Kutim. Selain itu, jika ada buaya yang ditangkap warga tidak agi dikirim ke tempat lain. “Ini merupakan potensi yang baik bagi Kutim,” sebut Kasmidi.
Sebelumnya, Bupati Kutim Ismunandar juga mengatakan, sudah merancang pembangunan penangkaran tesebut. Namun karena anggaran kurang, sehingga pembangunan yang direncanakan tahun ini, tidak terwujud. “Mudahan saja, pada tahun ini berjalan lancar. Sehingga cita-cita kita untuk memiliki penangkaran buaya dapat terkabul,” katanya. (SK2)

Artikulli paraprakSudah 1.200 Orang Ikuti Seleksi CPNS, 25 Yang Lolos Passing Grade SKD
Artikulli tjetërNgafifudin : Sistem Tumpang Sari Jadi Alternatif Agar Tidak Rugi Besar di Sawit