Beranda kutim Penerapan Perda CSR Belum Maksimal Dilalukan Perusahaan

Penerapan Perda CSR Belum Maksimal Dilalukan Perusahaan

491
0

SANGATTA (24/10-2018)
Meski Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD)Kutim telah menetapkan Perda Nomor 1 Tahun 2017 tentang Corporate

M Lebar – Anggota DPRD Kutim
Social Responsibility (CSR). Namun pelaksanaanmya tidak mudah, dan dilematis.
Ini tiada lain karena dalam Perda CSR, kata M Lebar – anggota Fraksi PDI Perjuanga, belum mengantur besaran CSR yang wajib dikeluarkan.
M Lebar sebagai mantan Anggota Pansus Raperda CSR mengakui dalam penerapan Perda tersebut masih menimbulkan dilematis, karena pengelolaan CSR masih diberikan kepada pihak perusahaan sehingga menyulitkan pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana CSR dari masing perusahaan.
“Belum lagi yang terkena langsung dampak aktifitas perusahaan, tapi sangat susah mendapatkan dana CSR, jangankan dalam bentuk pembangunan, memberikan tong sampah saja dari perusahaan sudah dikatakan CSR,” kata M Lebar.
Terjadinya penggunana CSR yang belum tepat itu, diungkapnnjya karena kurangnya pengawasan yang di lakukan oleh DPRD Kutim serta tidak adanya penentuan berapa nominal yang harus dikeluarkan perusahaan, dalam menyalurkan CSRnya ke wilayah yang seharusnya menerima bantuan.
Lebar menyarankan pengaturan angka tersebut, bisa diatur dalam peraturan Bupati, sebagai turunan dari Perda. Sehingga penggunaan dana CSR dari masing-masing perusahaan lebih jelas dan terarah. “Terlebih ada forum CSR yang juga mengatur terkait anggaran CSR dari tiap-tiap perusahaan. Sehingga dari forum itulah bisa menyusun program-program CSR, baik yang ada di desa maupun di kota,” kata M Lebar.
Lebar dengan geram menyatakan perusahaan jangan hanya mengeruk sumber daya alam kami, sementara anggaran CSR di bawah keluar daerah atau semisal yang dikeruk diwilayah Sangkulirang tapi CSR dibawa ke Sangatta. (ADV-DPRD KUTIM)

Artikulli paraprakLibatkan Unmul Samarinda, Pemkab Kutim Bakal Dirikan 3 Perusda Untuk Kelola SDA
Artikulli tjetërKPU Ajak Warga Kutim Peduli Pemilu, Selama Ini Paling Rendah se Indonesia