Beranda hukum Peringkat Kutim Dalam Pengungkapan Kasus Narkoba Meningkat

Peringkat Kutim Dalam Pengungkapan Kasus Narkoba Meningkat

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (9/9)

Ketua BNN Provinsi Kaltim Brigjen Pol Edison H Pandjaitan.
Ketua BNN Provinsi Kaltim Brigjen Pol Edison H Pandjaitan.
Meningkatkan pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya di Indonesia akhir-akhir ini, cerminan Indonesia salah satu negara di dunia dengan tingkat peredaran narkoba tinggi.
Dalam penelusutran BNN, di Indonesia saat ini ada 386 jenis narkotika dari 681 jenis narkotika yang beredar di dunia. “Beragam jenis narkotika ini diketahui mulai berbentuk tisu, makanan hingga obat-obatan, tujuannya tiada lain agar tidak diketahui masyarakat dan aparat hukum,” kata Ketua BNN Provinsi Kaltim Brigjen Pol Edison H Pandjaitan.
Saat menggelar seminar tentang bahaya penyalahgunaan di Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), Jumat (9/9) pagi yang diikuti sejumlah pelajar SLTA di Sangatta Utara, diungkapkan peredaran narkoba di Indonesia pada tingkatan mengkhawatirkan karenanya Indonesia dinyatakan darurat Narkoba.
Diakuinya, dalam hal peredaran dan penyalahgunaan Narkoba peringatan Kaltim terus meningkat se Indonesia yakni berada pada posisi 3 dari 33 provinsu yang ada, sementara Kutai Timur berada di peringkat ke empat di Katim dalam pengungkapan kasus narkotika. “Meningkatnya penyalahgunaan Narkoba di Kaltim, harus diwaspadai masyarakat karena tanpa dukungan masyarakat mustahil Narkoba bisa diberantas terlebih-lebih Kaltim berada lintasan mafia internasional,” beber Brigjen Pol Edison.
Ia berharap, seminar sehari tentang bahaya penyalahgunaan narkoba ini, masyarakat Kutai Timur terutama pelajar dan generasi muda untuk bersama memerangi peredaran narkoba. “Memerangi peredaran gelap narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, BNN atau aparat berwajib. Tetapi sudah menjadi kewajiban bagi seluruh warga Indonesia,” imbuhnya dalam acara yang dihadiri berbagai pihak diantaranya Kepala BNK Kutim Sarwono Hidayat.(SK3)