Beranda hukum Perlu Rp600 Juta Bentuk Desa Tangguh Bencana

Perlu Rp600 Juta Bentuk Desa Tangguh Bencana

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (8/8)
Pembentukan Desa Tangguh terhadap hempasan bencana alam, ternyata membutuhkan dana sedikitnya Rp600 Juta. Sementara desa rawan bencana di Kutim, banyak. Kepala Pelaksana Harian (Kalakar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim Zainuddin Aspar, menyebutkan saat ini baru 5 desa tangguh di Kutim.
Ia menyebutkan, ke lima desa tangguh yang sudah mendapat pelatihan yakni Desa Sangkima dan Sangatta Selatan di Kecamatan Sangatta Selatan, kemudian Sangatta Utara (Sangatta Utara), Sepaso (Bengalon) dan SP2 di Rantau Pulung.
Pembentukan desa tangguh bencana di Sangkima Sangatta Selatan dan Sangatta Utara, dibiayai Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) sementara Desa Sepaso dan SP2 Rantau Pulung oleh BPBD Kaltim
Priayang akrab disapa Zai ini berharap tahun depan Pemkab Kutim bisa mengalokasikan pembetukan desa tangguh melalui APBD Kutim. “Selama ini pembentukan desa tangguh hanya menggunakan alokasi BNPB usat dan BPBD Kaltim, terlebih pembentukan desa tangguh memerlukan anggaran hingga Rp 600 juta per desanya dengan sasaran pengadaan sarana dan fasilitas kebencanaan termasuk pelatihan 30 orang masyarakat sebagai relawan,” bebernya.
Berdasarkan catatan Suara Kutim.com bencana alam di Kutim sendiri terbanyak banjir, kebakaran hutan dan lahan serta tanah longsor, belakangan akibat perubahan cuaca menyebabkan angina puting beliung. Sementara gempa bumi, tsunami tergolong aman.(SK3)