Beranda hukum Perusahaan Wajib Cegah Karhutla, Jangan Ikut Membakar

Perusahaan Wajib Cegah Karhutla, Jangan Ikut Membakar

533
0
Rakor Karhutla Pemkab Kutim yang dipimpin Bupati Ismunandar

SANGATTA (19/9-2019)

 Meski kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kutai Timur (Kutim)  tergolong kecil, namun sebagai salah satu kabupaten dengan luas wilayah terbesar di Provinsi Kaltim dalam penanganan dan pencegahan Karhutla, perlu keseriusan.

Kondisi Asap hasil pembakaran lahan di Muara Ancalong dan Muara Bengkal.

“Penanganan dan pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemkab Kutim, TNI dan Polri, namun juga termasuk dunia usaha serta seluruh elemen masyarakat,” kata Bupati Kutim Ismunandar saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lanjutan Penanggulangan Bencana Karhutla  di ruang Meranti Kantor Bupati Kutim.

  Rakor yang diikuti Kapores Kutim, Dandim 0909 Sangatta, Lanal Sangatta, sejumlah OPD  Pemkab Kutim serta pimpinan perusahaan tambang dan perkebunan termasuk sejumlah organisasi dan Lembaga Kemasyarakatan yang bergerak dalam kebencanaan dan kemanusiaan, membahas rencana aksi pencegahan Karhutla.

Usai memimpin Rakor, Ismunandar  mengakui Rakor Karhutla penting karena  Kutim merupakan kabupaten yang memiliki luas wilayah yang cukup besar sehingga upaya penanganan dan pencegahan Karhutla di Kutim tidak bisa hanya ditangani sendiri Pemkab dan jajaran Polres atau TNI semata, namun  diharapkan dukungan dari semua elemen masyarakat, termasuk dunia usaha.

Terkait perwakilan perusahaan yang hari ini tidak hadir pada kegiatan Rakor Karhutla, Ismu meminta kepada Wabup Kutim Kasmidi Bulang, untuk menyurati dan memanggil perwakilan perusahaan, serta segera bersama camat untuk menggelar apel kesiapsiagaan penanganan dan pencegahan Karhutla. “Perusahaan wajib mencegah Karhutla, jangan ikut membakar untuk pembersihana lahan,” kata Ismu.

 Menurut Ismu, camat selaku pengambil kebijakan di wilayah kecamatan, memiliki peran sangat penting dalam mengontrol dan mengkoridinir pelaku usaha dan masyarakat dalam mencegah terjadinya Karhutla.

Ia   mengahimbau masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan Karhutla di Kutim. Selain itu, ia juga meminta agar masyarakat dan pelaku usaha tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih cuaca di Kutim saat ini masih tergolong kekeringan yang hampir ekstrim, ditangah tidak adanya hujan dalam sebulan terakhir. “Seingat saya hujan pada pertengahan bulan Agustus lalu saja, itupun tak lama,” terangnya.(SK3)   

Artikulli paraprakKodim Tenggarong Juara Pertama Lomba Tari Perang Dayak
Artikulli tjetërMS dan RA Datang ke Batu Ampar Ingin Buka Kebun Seluas 5 Ha