Beranda kutim adv pemkab Pesan Bilik Disinfektan Portabel, Dinkes Kutim Sterilkan Jalur Keluar-Masuk Instalasi Khusus COVID-19...

Pesan Bilik Disinfektan Portabel, Dinkes Kutim Sterilkan Jalur Keluar-Masuk Instalasi Khusus COVID-19 RSUD Kudungga

518
0

Sangatta – Sebagai salah satu Rumah Sakit (RS) rujukan dalam penanganan pendemik Virus Corona atau Corona Virus Disease 19 (COVID-19), saat ini RSUD Kudungga Kutim tengah menangani 7 orang pasien dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang kini menjalani proses rawat inap di instalasi khusus penanganan COVID-19. Karenanya, sebagai upaya untuk menjaga kesterilan instalasi dan mencegah penyebaran dan penularan wabah COVID-19 di RSUD Kudungga Kutim, saat ini Dinas Kesehatan Kutim telah memesan bilik disinfektan portabel, buatan lokal atau produksi asli pemuda Kutim. Demikian diungkapkan Kepala Dinkes Kutim, dr. Bahrani Hasanal saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (29/3/2020).

Kadinkes Kutim, dr. Bahrani Hasanal

“Kami memang sudah memesan bilik disinfektan portabel. Nantinya bilik ini akan dipasang di pintu keluar-masuk akses menuju ruang instalasi khusus penanganan COVID-19 di RSUD Kudungga. Sehingga diharapkan minimal mampu membunuh bakteri dan virus yang bisa saja terbawa oleh tenaga medis yang setiap harinya keluar-masuk melakukan penanganan pasien rawat inap dengan indikasi diagnosa PDP COVID-19,” ujar Bahrani.

Lanjut Bahrani, untuk satu unit bilik disinfektan portabel yang sudah dipesan Dinkes Kutim, dibandrol dari produsen dengan harga Rp 12,5 juta. Sedangkan pihaknya kini sudah memesan 5 unit bilik disinfektan portabel. Pada awalnya Dinkes Kutim ingin memesan bilik disinfektan portabel dari Jakarta. Namun karena ternyata ada kelompok pemuda asal Kutim yang bisa membuat bilik disinfektan portabel ini, maka pihaknya lebih memilih memesan produk lokal. Selain itu, lamanya proses pemesanan dari Jakarta serta harganya cukup mahal karena tingginya ongkos kirim dari pulau Jawa.

“Jika ada warga lokal yang bisa membuat sendiri (bilik disinfektan portabel, red) kenapa harus memesan dari Jawa. Harga jualnya juga tidak jauh beda, hanya saja karena Ongkir (ongkos kirim, red) dari Jawa lebih tinggi, jadi harga otomatis lebih mahal. Belum lagi proses pengirimannya. Kami sudah memesan 5 unit (bilik disinfektan portabel, red). Harga satuannya Rp 12,5 juta,” terangnya.

Selain dipasang pada jalur keluar-masuk akses instalasi khusus penanganan COVID-19 RSUD Kudungga, sisanya akan dipasang di sejumlah fasilitas umum dan kesehatan di Sangatta. Seperti pada UPT Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sangatta Utara, serta Fasum lainnya.

Bilik disinfektan portabel hasil karya pemuda asal Kutim

“Selain di RSUD Kudungga, bilik disinfektan portabel ini kita pasang juga di sejumlah fasilitas umum dan kesehatan. Sementara untuk di Kota Sangatta terlebih dahulu, sisanya menyusul. Diutamakan di UPT Puskesmas Sangatta Utara, dan beberapa fasum lainnya,” ucap Bahrani.
Sebagaimana diketahui, tergugah dengan semakin meluasnya penyebaran wabah pandemik Virus Corona atau Corona Virus Disease 19 (COVID-19) hampir di semua wilayah di Indonesia, sekaligus ikut membantu Pemerintah Kutai Timur (Kutim) dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah Kutim, sekelompok pemuda asal Kutim berinisiatif membuat bilik disinfektan sendiri.

Felly Lung, salah seorang pemuda Kutim yang menjadi inisiator pembuatan bilik disinfektan menuturkan jika ide membuat bilik disinfektan ini bermula ketika mengetahui cepatnya tingkat penyebaran COVID-19 di wilayah Kutim, khususnya Sangatta. Sementara upaya penyemprotan disinfektan yang dilakukan pemerintah dan kelompok masyarakat, meski sudah cukup baik namun dinilai belum begitu maksimal efeknya. Hal ini mengingat masyarakat masih beraktivitas di luar rumah. Hingga akhirnya tercetuslah pembuatan bilik disinfektan, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang-orang yang beraktivitas di tempat kerja atau di fasilitas umum.

“Bersama Pemuda Kutai Timur, kami tidak tinggal diam untuk mendukung Pemerintah Kutim menghentikan penyebaran COVID-19 di Kutim. Meski aturan social physical distancing sudah dianjurkan pemerintah untuk dilakukan oleh masyarakat, namun sebagian besar kita masih melakukan aktivitas di luar rumah karena tuntutan pekerjaan dan lainnya. Karena itu, tercetuslah pembuatan bilik disinfektan ini agar orang-orang yang harus beraktivitas di luar rumah, seperti di tempat kerja atau fasiltas umum lainnya tetap merasa aman, nyaman dan steril dari COVID-19,” terang Felly saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (28/3/2020).

Dibawah naungan Koperasi Mitra Mandiri Sejahtera Sangatta, Felly menyebutkan jika saat ini beberapa unit bilik disinfektan tengah diproduksi. Bahkan ada yang telah selesai dan sudah menjalani proses uji coba kelayakan. Pihaknya juga dibantu JC Singgih Wibawanto, seorang insinyur yang kesehariannya selaku Supervisi di Koperasi Mitra Mandiri Sejahtera dan kini bertugas sebagai penanggung jawab dari project pembuatan bilik disinfektan.

“Ini produk Kutai Timur dan kita tidak perlu menunggu produk dari luar Kutim, jika kita mampu untuk membuatnya. Semoga alat ini bisa bermanfaat dan mendukung program pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam menekan dan mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di Kutim,” ujar Felly.

Artikulli paraprakDirawat di Balikpapan, Warga Kalsel Wafat
Artikulli tjetërDinkes Kutim Serahkan Bantuan 13 Relawan Tenaga Medis, Bantu Instalasi Khusus COVID-19 RSUD Kudungga Kutim