Beranda kesehatan PMI Bangun Gedung dan Tambah Kendaraan Oprasional

PMI Bangun Gedung dan Tambah Kendaraan Oprasional

1098
0
Ismunandar bersama Pengurus PMI Kutim
SANGATTA,Suara Kutim.com
Meningkatnya aktifitas PMI Kutim dalam beberapa tahun terakhir dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. Disisi lain, pelayanan kepada masyarakat diharapkan lebih prima karena menyangkut jiwa keselamatan  manusia.
Kepada wartawan, Ketua PMI Kutim Ismunandar seusai peringatann HUT PMI ke 69, Rabu (18/9) menerangkan  PMI Kutim  terus melakukan pembenahan dan akan  berupaya  ikut andil dalam penanganan bencana dan upaya kedaruratan sosial lainnya yang  terjadi. “PMI Kutim akan selalu mengambil peran dalam setiap kegiatan sosial kemasyarakat, karena  tugas PMI bukan hanya sebagai penyedia darah atau bank darah bagi keperluan medis masyarakat  namun PMI  berperan  dalan setiap permasalahan kedaruratan di masyarakat seperti ikut serta membantu korban  keganasan buaya Sangatta beberapa waktu yang lalu, kebakaran serta bencana alam,” terang Ismunandar.
Ia mengakui, dana yang diterima PMI tergolong kecil namun  diakui bukan menjadi kendala karena tugas yang diemban PMI  bersifat  sukarela.  Meski demikian, diakui PMI sudah menyusun rencan aksi dan kebutuhan dasar seperti   gedung permanen baik  untuk kesekretariatan maupun  Unit Transfusi Darah (UTD) termasuk  posko relawan dan Satuan Tanggap Bencana (Satgana). “Diharapkan juga bisa diadakan sejumlah kendaraan  operasional termasuk ambulan, siaga bencana lengkap dengan peralatannya,” beber Ismunandar.

Didampingi pengurus PMI lainnya, Ismu menyebutkan pada tahap awal dana yang dibtuhkan cukup besar terutama untuk pembangunan gedung sekretariat dan UTD. Ia tidak membantah, dana untuk kendaraan operasional saja memerlukan setidaknya Rp4 M. “Kendaraan operasional dibutuhkan karena ancaman bencana di Kutim sudah menyebar terutam banjir dan kecelakaan,”  timpal Ewil Leon selaku Koordinator Bidang Pengembangan.(SK-03)
Artikulli paraprak1.172 Orang Meninggal Akibat Merokok
Artikulli tjetërKPC Terus Sosialisasikan Bahaya Merokok