Beranda hukum Polres Kutim Gerebek Warung “Esek-Esek” di Sangatta: Ditemukan Kondom dan Uang Lelah...

Polres Kutim Gerebek Warung “Esek-Esek” di Sangatta: Ditemukan Kondom dan Uang Lelah PSK

2829
0
Kedua tersangka ketika digelandang ke Jumpa Pers, Rabu (2/9) petang tadi.

SANGATTA (2/9-2020)

                Menanggapi keluhan masyarakat adanya tempat esek-esek berkedok  warung di Sangatta Utara, Satuan Reskrim Polres Kutim, bergerak cepat. Hasilnya, 2 orang mucikari yakni MAP bin La dan ME alias MJ kini meringkuk di balik jeruji Polres Kutim.

                Keduanya disangka melanggar pasal 296  jo 506 KUHP yakni menggelar atau menyediakan  atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain dan atau barang siapa sebagai mucikari mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan.

                “Kasus pelacuran ini, diungkap setelah masyarakat melaporkan adanya usaha pelacuran di Warung  Bukit Pandang KM 16 dan milik MEA di Km 20 Desa Singa Gembara Sangatat Utara,” terang Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo.

                Bersama Kasat Reskrim AKP Abdul Rauf, disebutkan, dalam operasi yang digelar Selasa (1/9) malam, ditemukan sejumlah wanita yang sedang melayani pria. “Ketika ditanya, keduanya mengaku tidak hubungan pernikahan, sehingga memperkuat dugaan kalau wanita yang ada dalam kamar bersama pria itu adalah mereka yang dijual oleh tersangka,” terang AKP Abdul Rauf.

                Dijelaskan, pada warung Bukit Pandang, tim Reskrim Kutim menemukan 10 orang wanita sedangkan di warung MEA ada 2 orang. Selain itu, ditemukan barang bukti lainnya yakni uang sebesar Rp4,5 juta hasil nemani tamu makan, kopi, minum bir, karaoke dan  prostitusi, kemudian uang fee Rp50 ribu hasil melayani tamu. “Di Warung Bukit Pandang juga ditemukan kondom, HP serta buku catatan fee dari PSK,” beber Abdul Rauf.

                Sementara dari warung MEA, terangnya ditemukan uang sebesar Rp300 ribu yang diakui hasil dari melayani seks tamu, kemudian Rp50 ribu fee pelayanan.

                AKP Abdul Rauf menyebutkan, dalam operasinya kedua tersangka sengaja menyediakan perempuan dengan alasan membantu melayani tamu yang makan. Namun, dari penyelidikan wanita yang dihadirkan sebagai pramusaji hanya kedok.  “Modusnya menjadikan warung makan dan kopi tetapi digunakan untuk kamar prostitusi, minuman keras, karaoke, sedangkan motifnya mencari keuntungan dari para pelintas baik supir truk maupun supir trevel yang melintas,” ungkap Abdul Rauf seraya menambahkan ancaman hukuman kepada MAP dan ME yakni 1 tahun 4 bulan penjara.(SK4)

Artikulli paraprakWabup PPU Hamdan Apresiasi Kebun Koptu Gampang
Artikulli tjetërBesok, PWI Kutim Gelar Konferensi II