Beranda kutim Proyek KTM di Kaliorang Terbengkalai

Proyek KTM di Kaliorang Terbengkalai

2687
0
Masjid di KTM Kaliorang Yang Ditumbuhi Semak Belukar

 SANGATTA,Suara Kutim.com

            Proyek Kota Terpadu Mandiri (KTM) Kaliorang yang digadang-gadang bakal menjadi kawasan modern dan mampu mengembangkan usaha baru, ternyata tinggal kenangan. Pasalnya, proyek yang menelan biaya Rp30 M dari kocek APBN ini sudah tidak berlanjut sejak beberapa tahun silam.
            Keterangan yang diperolej sejumlah warga sekitar lokasi, penghentian proyek terjadi  tidak lama setelah pencanangan dilakukan pemerintah pusat. “Proyek KTM mulai digarap awal tahun dua ribu sepuluh lalu, tapi tidak lama sama sekali tidak ada kegiatan apapun termasuk rencana pembangunan rumah bagi warga transmigrasi,” kata Suraji (37).
            Hal senada dibenarkan Karim seorang warga Kaliorang, bahkan ia menyebutkan saat akfitas KTM berlangsung warga Kaliorang menyambut positif namun karena tidak ada kejelasannya, membuat pesimis.
            Pengamatan Suara Kutim.com, ketika meninjau lokasi KTM yang berada tidak jauh dari ruas jalan KIPI – Maloy, Sabtu (25/10) sejumlah bangunan seperti pintu gerbang, monumen, rumah serta masjid berikut ruas jalan sudah tidak terawat bahkan ditumbuhi semak belukar.
            Dua jalan yang membentang, sudah tidak tampak karena kesemuanya tertutup tumbuhan. Bahkan disekitar lokasi, tampak bangunan masyarakat termasuk lokasi berladang yang dibuka dengan cara membakar.
            Program KTM diprogramkan Kementrian Transmigrasi sejak tahun 2008 lalu, pada generasi pertama  berlokasi di Mesuji  Tulang Bawang  Lampung, Telang  Banyuasin  dan Rambutan Parir Ogan Ilir  serta Belitang  OKU Timur  Sumatera Selatan
Monumen KTM 
            Kemudian  Generasi II berlokasi di  Geregai  Tanjung Jabung  Jambi, Lunan Silaut  Pesisir Selatan Sumatera Barat,  Tobadak  Mamuju Prov. Sulawesi Barat dan Rasau Jaya  Kubu Raya Kalimantan Barat.
            Sedangkan generasi  ketiga berlokasi di   Labangka Kab. Sumbawa  Nusa Tenggara Barat dan  Hialu  Konawe Utara  Sulawesi Tenggara. Untuk Maloy Kaliorang dicanangkan pada tahun 2009 bersama dengan  Mahalona,  Luwu Timur Sulawesi Selatan,  Air Terang  Buol Sulawesi Tengah, Lagita Bengkulu Utara  Bengkulu,  Pau Mandiangin  Sarolangun  Jambi, Subah Sambas  Kalimantan Barat, Cahaya Baru  Batola  Kalimantan Selatan,  Sarudu Baras   Mamuju Utara  Sulawesi Barat, Pawonsari   Boalemo   Gorontalo,  Dataran Bulan  Tojo Una Una  Sulawesi Tengah,  Bungku  Morowali   Sulawesi Tengah dan  Salor  Merauke Papua.(TIM SK)

Artikulli paraprakBatal Dilantik, Marjaki dan Suliansyah Gugat Pimpinan DPRD
Artikulli tjetërWarga Pertanyakan Penggunaan SPBN dan Pabrik Es