Beranda hukum PT Kaltim Peringan Hukuman Nikolaus Menjadi 16 Tahun

PT Kaltim Peringan Hukuman Nikolaus Menjadi 16 Tahun

819
0

SANGATTA (19/9-2018)
Nikolaus Noeng Alias Dt akhirnya bisa bernapas lega, pasalnya vonis mati yang dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Sangatta, telah dirubah Pengadilan Tinggi (PT) Kaltim menjadi hukuman penjara selama 16 tahun.
Vonis lebih ringan ini, ditetapkan Majelis PT Kaltim yang terdiri Sinjo Julianus Maramis sebagai ketua dengan anggota Joseph Franse Ebenson Fina fan Edward Harris Sinaga, tanggal 10 Juli 2018. Humas PN Sanggata Andreas Pungky Maradona kepada Suara Kutim.com, Rabu (19/9) menerangkan, PT Kaltim menerima banding Nicolaus yang disampaikan penasihat hukumnya serta JPU. “Dalam putusan, majelis PT Kaltim mengubah putusan majelis PN Sangatta yang ditetapkan pada 3 April 2018,” terang Andreas Pungky Maradona.
Dengan vonis terbaru, buruh perkebunan kelapa sawit ini akan menjalani hidupnya selama 16 tahun di Lapas Bontang, jika ia berkelakuan baik masa tahanannya berkurang sehingga bisa bebas lebih cepat.
Nikolaus, Selasa (3/4) oleh Majelis Hakim yang dipimpin Vici Daniel Valentino dengan anggota Riduansyah dan Alfian Wahyu Pratama, dinyatakan terbukti membantai Maria Nona Mia – istrinya sendiri hinga tewas mengenaskan serta melukai Alfonsius Andi – yang tiada lain anak tirinya, dengan hukuman mati.
Perbuatan warga Kaliorang ini terbukti melanggar pasal 340 KUHP serta 351 KUHP karena niatan untuk membunuh Maria dan HH, sudah direncanakan dengan cara menyiapkan senjata tajam selain itu ada waktu 2 jam lebih untuk membatalkan. “Perbuatan terdakwa Nikolaus Noeng, tergolong sadis dan tidak berprikemanusiaan sehingga menyebabkan Maria tewas dengan luka fatal demikian terhadap Alfonsius Andi yang mengalami cacat seumur hidup,” kata majelis hakim amar dalam amarnya seraya menambahkan tidak ada unsur yang dapat meringankan perbuatan terdakwa.
Meski divonis mati, ia tak risau. Kepada Suara Kutim.com ia menyatakan hanya berlindung kepada Tuhan dengan apa yang terjadi. Meski demikian, Nikolaus berharap aparat bisa mengusut HH yang membuat rumah tangganya rusak. “Saya bisa menerima hukuman mati ini, tapi tolong HH yang merusak rumah tangga saya. Kalau HH tidak berselingkuh dengan istri saya, saya tidak marah. Ini masalah kehormatan rumah tangga saya,” ujar Nikolaus.
Harapan agar HH diusut, ia sampaikan seusai menyampaikan pembelaan setelah dituntut hukuman 20 tahun penjara. Meski demikian, dari balik jeruji ia menyerahkan sepenuhnya kepada penasihat hukum untuk bertindak lebih jauh. “Semua saya serahkan kepada penasihat hukum, saya ini nggak bisa apa-apa soal hukum karenanya semua terserah penasihat hukum,” kata pria yang mengaku tidak punya sanak famili di Kutim.(SK12)

Artikulli paraprakCalon Peserta Seleksi CPNS Maksimal Berusia 35 Tahun
Artikulli tjetërNyalon DPD-RI, Mawar Mundur Dari Dirut PDAM Kutim