Beranda kutim PWI Kutim Safari Jurnalistik ke Rantau Pulung

PWI Kutim Safari Jurnalistik ke Rantau Pulung

542
0
Endro S Efendi sebagai Ketuia PWSI Kaltim saat melantik Pengurus PWI Kutim periode 2017 - 2020.

SANGATTA (16/1-2019)

                Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai hari ini menggelar Safari Jurnalistik (SJ) ke kecamatan. Safari yang dilakukan pengurus ini melibatkan anggota dengan sasaran pemerintah kecamatan dan masyarakat.

Joni – Ketua PWI Kutai Timur

                Ketua PWI Kutim, Joni Sapan Palelleng menerangkan SJ dilakukan untuk menambah  wawasan anggta PWI Kutim sekaligus mensosialisasikan UU Pers serta trik-trik masyarakat menghadapi pers termasuk bagaimana masyarakat memberikan hak jawab terhadap pemberitaan media massa yang tidak berimbang atau salah pemberitaan yang dapat merugikan dirinya atau kelompoknya. “Tujuan utama safari jurnalitik itu yakni menyerap hasil pembangunan yang ada di kecamatan, serta menjalin silahturahmi dengan aparat kecamatan dan perangkat lainnya termasuk tokoh masyarakat lainnya,” terang Joni seraya menambahkan yang tak kalah pentingnya mensosialisasikan UU Pers.

                Kepada wartawan seusai bertemu Bupati Ismunandar belum lama ini, wartawan Samarinda Pos ini menyebukan dari 18 kecamatan yang ada, Rantau Pulung merupakan kecamatan kali pertama yang dikunjungi PWI Kutim. “Kami sudah menghubungi Pak Camat Mulyono, beliau siap menerima kedepannya sesuai kemampuan kami akan bertandang ke kecamatan lainnya,” terang Joni.

                Terkait kegiatan di Rantau Pulung, Joni bersama Syafranuddin – Sekretaris PWI Kutim,  Ibnu – Ketua Bidang Organisasi, dijelaskan selain  bertatap muka dengan jajaran Camat dan Forkominda Kecamatan, juga bertandang ke lokasi aktifitas masyarakat termasuk obyek-obyek pembangunan yang ada.

                Disebutkan, PWI Kutim sejak terbentuk pada 5 Oktober 2017, telah menggelar beberapa kegiatan diantaranya pelatihan wartawan muda bagi pelajar, pembuatan press realase bagi pejabat Humas se Kutim, sedangkan di tahun 2019 akan menggelar teknik berkomunikasi dan cara menggunakan hak jawab. “Kami akan mengedukasi masyarakat terkait Pers, karena banyak masyarakat tidak mengerti cara menggunakan hak jawab serta memilah mana produks jurnalis yang sah dan tidak, terlebih di era digitals sekarang,” timpal Ibnu Juraid.(SK11)

Artikulli paraprakRayhan Menderita Pembengkakan Otak, Menanti Bantuan Dermawan Untuk Dioperasi
Artikulli tjetërBupati Ismunandar Perintahkan Dinas Kesehatan Bantu Keluarga Rayhan – Penderita Pembengkakan Otak