Beranda ekonomi Rapat Tapal Batas Desa Memanas, Pemicunya Plasma Sawit

Rapat Tapal Batas Desa Memanas, Pemicunya Plasma Sawit

1743
0
Suasana rapat masalah tapal batas antardesa di Kutim.

SANGATTA,Suara Kutim.com (11/5)
Perundingan soal tapal batas antardesa di Busang dengan Muara Ancalong, Senin (11/5) siang berlangsung alot. Bahkan puluhan anggota Polres Kutim didatangkan ntuk menjaga keamanan. Karena alotnya rapat yang berlangsung sejak pagi, berlangsung hingga sore.
Camat Busang Darius Jiu, dan beberapa Kades dari Busang , termasuk Kadis Perkebunan Ahmadi Baharuddin menyebutkan rapat difokuskan terhadap penyelesaian tapal batas Desa Long Betuq, Desa Rantau Sentosa yang berada di Muara Ancalong dengan Desa Long Bejing, Long Lees dan Long Nyelong yang termasuk Busang,” kata Camat Darius.
Sejumlah tokoh masyarakat, menyebutkan setelah pemekaran Desa Long Betuq, desa – desa lainnya diklaim sebagai areal Desa Long Betuq. Namun, mereka tidak membantah semuanya terkait plasma perkebunan kelapa sawit. “Warga Desa Long Betuq belum dapat plasma sementara desa lainnya dapat. Desa Long Betuq tidak dapat, karena awalnya warga tak mau menerima kedatangan perusahan. Namun setelah ada hasil, ada plasma mereka juga ingin kebagian. Bahkan wilayah desa lainya, juga di klaim,” ungkap sejumlah warga.
Disebutkan, persoalan tapal batas buntut dari plasma perkebunan kelapa sawit sudah berlangsung 6 tahun. “Perundingan ini tidak pernah selesai, meskipun sudah berlangsung sekitar enam tahun karena tidak mungkin desa lain mau dipotong wilayahnya, padahal, sejak awal sudah jelas patoknya,” kata beberapa perwakilan masyarakat.
Meski suasana rapat cukup panas, namun pemkab berusaha memberikan jalan terbaik bagi yakni dengan menerjunkan tim gabungan untuk mengetahui titik pasti tapal batas, selain itu mengajak masyarakat mengedepankan dialog kekeluargaan. “Insya Allah, ada jalan keluarnya sepanjang saling memberikan informasi yang benar. Pemkab Kutim menghadirkan investor perkebunan kelapa sawit untuk meningkatkan perekonomian desa yang berdampak terhadap kesejahteraan warga desa itu sendiri,” ujar Kadis Perkebunan Akhmadi Baharuddin.(SK-02/SK-03)

Artikulli paraprakHujan, Desa Budaya Miau Baru Terendam
Artikulli tjetërLahan Dicaplok Perusahaan, Warga Ngeluruk ke Kantor Bupati