Beranda kutim Ratusan Orang Hantar Jenazah Dela ke Pemakaman

Ratusan Orang Hantar Jenazah Dela ke Pemakaman

1077
0

SANGATTA,Suara Kutim.com
  Ratusan orang ikut menyaksikan prosesi pemakaman Delahandayani (27) korban keganasan buaya muara, Minggu (31/8) siang. Kepergian pemuda lajang yang sudah merencanakan akan melangsungkan pernikahan itu, dilepas tangis keluarga besar Samsuddin dan Mardiana.
        Jenazah pria yang kerap disapa dengan Dela ini, dimakamkan di Pemakaman Muslimim Sipaduta Sangatta Selatan. Samsuddin sebagai orang tua almarhum, tampak terpukul namun tetap berusaha tegar menghadapi cobaan. “Saya ihlas, apa yang menimpa Dela memang sudah suratan nasibnya sebagai ummat muslim saya dan keluarga menerima apa yang ada ini,” ujar Samsudin.
    Selain keluarga Dela yang merasakan kesedihan, sejumlah teman Dela juga ikut berduka. Demikian dengan pimpinan PT NPN tempat Dela bekerja selama ini. “Dela pegawai dan teman yang baik, ia teloran dengan teman,” kata sejumlah teman Dela ketika bertandang ke rumah duka di Kelurahan Teluk Lingga, Minggu (31/8) pagi.
            Delahandayani, warga RT 37 Mujur Jaya, Jumat (29/8) pagi saat memperbaiki pompa air diterkam buaya penghuni Sungai Sangatta. Monster yang kerap berjemur disekitar TKP itu, berhasil menyeret Dela kedalam air meski dua kali menampakan diri dengan mulut masih mengigigit tangan Dela.
            Setelah warga ramai-ramai melakukan pencarian, sang monster kembali muncul lagi ke permukaa air namun sudah tidak nampak sedang mengigit tangan Dela. Untuk menemukan dimana Dela dibawa, aparat keamanan sempat melepaskan tembakan dan mengenai badan sang monster.
Belakangan, Sabtu (30/8) pukul 17.40 Wita, jasad anak ketujuh dari sembilan bersaudara dari pasangan Samsudin dan Mardiana ini ditemukan dalam keadaan luka dibagian dada. “Boleh dikatakan keadaan jasad masih utuh, berbeda dengan korban keganasan buaya selama ini,” ujar Agus yang kali pertama menemukan jasad Dela.
Diduga, monster Sungai Sangatta yang dikenal ganas itu, setelah menerkam tidak sempat memakan korban pasalnya hanya dalam hitungan menit, warga sudah memadati bantaran sungai demikian dengan sejumlah tim pencari yang menggunakan sejumlah perahu bermotor serta speed boat. “Berdasarkan prilaku buaya, biasanya mangsa yang diterkam akan dimatikan dengan cara dibawa ke dalam air setelah itu dibanting sehingga memudahkan untuk dimakan,” kata Aspi seorang dosen di Unmul Samarinda.(SK-05)
           

Artikulli paraprakPegawai Bank Terlibat Bansos Kutim
Artikulli tjetërDPRD Siapkan Dana Untuk Pembangunan di TNK