Beranda kutim adv pemkab Ratusan Pedagang Pasar Induk Ikut Rapid Test Massal, Dua Tahanan Mapolres Kutim...

Ratusan Pedagang Pasar Induk Ikut Rapid Test Massal, Dua Tahanan Mapolres Kutim Reaktif Rapid Test

359
0

Sangatta (28/5-2020)

Pemerintah Kutai Timur (Kutim) melalui Gugus Tugas percepatan Penanganan COVID-19 Kutim, mulai menggelar test rapid secara massal. Kali ini dengan menyiapkan 600 alat rapid test, sebagai tahap awal Tim Gugus Tugas COVID-19 Kutim menyasar para pedagang dan pengelola Pasar Induk Sangatta (PIS) yang berada di Kecamatan Sangatta Utara. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Bahrani Hasanal kepada awak media yang menemuinya usai mengikuti kegiatan rapat evaluasi Gugus Tugas COVID-19 Kutim, Kamis (28/5), di Posko Utama Gugus Tugas penanganan COVID-19 Kutim pada Kantor BPBD Kutim Jalan Soekarno-Hatta, Sangatta Utara.

Tes rapid massal di Pasar Induk Sangatta

“Hari ini (Kamis, 28/5/2020, red), kami melaksanakan kegiatan test rapid massal di Pasar Induk Sangatta. Targetnya para pedagang yang sehari-hari berjualan di pasar induk dan juga termasuk petugas pengelola pasar. Dari laporan yang saya terima, jumlah yang mengikuti rapid test massal hari ini di pasar induk lebih kurang 235 orang. Hasilnya tentu belum keluar, namun kami berharap tidak ada yang reaktif. Sehingga tidak perlu diisolasi dan diambil test swab-nya,” ujar Bahrani.

Lanjut Bahrani, pelaksanaan rapid test secara massal ini dilaksanakan secara bertahap dan sasarannya memang para pedagang pasar dan pusat perbelanjaan serta kuliner yang ada di Sangatta. Karena itu, rencananya pekan depan kegiatan test rapid massal ini akan kembali digelar, dengan menyasar pedagang pasar yang ada di Pasar Sangatta Selatan dan juga termasuk pusat perbelanjaan dan kuliner di kawasan Town Hall, yang masuk area milik PT KPC (Kaltim Prima Coal), Swarga Bara.

“Pastinya karena massal, maka (test rapid, red) akan kami kami lakukan secara bertahap. Usai Pasar Induk, pekan depan kami akan menyasar ke Pasar Sangatta Selatan dan termasuk pertokoan di kawasan Town Hall yang areanya masuk kawasan PT KPC. Kami berharap dengan adanya rapid test secara massal ini di semua pusat perbelanjaan yang ada di Kota Sangatta, untuk memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang terpapar COVID-19, terutama di tempat-tempat yang biasa menjadi wadah orang berkerumun, seperti pasar dan pusat perbelanjaan. Kami pun berharap tidak ada yang terjaring karena hasilnya dinyatakan reaktif,” jelas Bahrani.

Sehari sebelumnya, Rabu (27/5/2020), Bharani menyebutkan jika pihaknya juga melakukan test rapid kepada puluhan tahanan yang ada di ruang tahanan Mapolres Kutim. Para tahanan yang merupakan titipan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutim ini rencananya akan dikirim ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Bontang. Pasalnya, selama pandemi COVID-19 melanda Kutim, para tahanan yang telah putus perkara sidang ini tidak satupun yang dikirimka ke Rutan Bontang. Akibatnya, ruang tahanan yang ada di Mapolres Kutim menjadi penuh dan over kapasitas. Namun jika ingin dikirim ke Rutan Bontang, pihak Rutan Bontang mensyaratkan para tahanan wajib mengantongi surat hasil rapid test yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kutim maupun RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kudungga, sebagai rumah sakit rujukan pananganan COVID-19 di Kutim. dari sebanyak 75 orang tahanan yang dilakukan test rapid, ada sebanyak dua orang tahanan yang hasil rapidnya, reaktif.

“Tahanan di Mapolres Kutim saat ini jumlahnya sudah over kapasitas dan memang harus dikirim ke Rutan di Bontang. Namun sebelum dikirim, wajib di rapid test dulu. Hasilnya, dari 75 orang tahanan yang kami rapid, ada sebanyak dua orang tahanan yang hasilnya reaktif. Saat ini, kedua tahanan tersebut sudah dilakukan isolasi dan rencananya hari ini akan dilakukan pengambilan swab cairan tenggorokan,” ujar Bahrani.(Adv-Kominfo)

Artikulli paraprakPura – Pura ke ATM, Ranmor Ojol Diembat Sepasang Kekasih
Artikulli tjetër1 Juni, Samarinda Masuki Fase Pertama New Normal