Beranda kutim Raudah Tempat Favorit di Masjid Nabawi, Pengunjung Sudah Diatur Namun Tetap Padat

Raudah Tempat Favorit di Masjid Nabawi, Pengunjung Sudah Diatur Namun Tetap Padat

3305
0
Suasana jamaah menanti untuk masuk Raudah

RAUDAH salah satu tempat paling dituju jamaah Masjid Nabawi Madinah, lokasi yang berada di samping makam Nabi Muhammad SAW ini menjadi sasaran karena dianggap makbul. Karenanya, untuk mendapatkan bisa shalat dan berdoa di tempat yang mempunyai karpet warna hijau ini, perlu pejuangan terlebih-lebih di musim haji.
Namun ada saja jamaah yang begitu mudahnya masuk ke tempat yang dinyatakan Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu taman surga. Alhamdulillah saat ini, untuk bisa shalat dan berdoa di Raudhah sudah diatur sehingga tidak ada jamaah yang bisa berlama-lama karena semua diatur waktu. Meski demikian, tidak menjamin bisa melaksanakan shalat selayaknya karena padatnya jamaah.
Sebelumnya di tempat yang berada dalam Masjid Nabawi atau tepatnya antara mimbar dan Makam Nabi Muhammad SAW ini, ada saja jamaah dengan tenangnya mengaji atau membaca surah Yasin termasuk berzikir tanpa peduli dengan jamaah lainnya. “Kini tidak bisa lagi mau lama-lama di Raudah, semua ada batas waktunya semua diawasi ketat petugas,” sebut Sofyan – jamaah asal Banjarmasin – Kalsel.
Pembatasan waktu di Raudah ini disambut baik jamaah, karena tidak ada lagi jamaah yang suka-suka menguasai tempat yang ditandai dengan pilar-pilar berwarna hijau. Untuk bisa masuk ke areal tidak seberapa luas itu, jamaah harus antri dan sabar karena harus berdiri dalam waktu cukup lama. “Kalau perempuan dibagi per zona negara asal jamaah seperti Indonesia bergabung di kelompok Asia, tidak bisa bergabung ke zona lainnnya,” kata Tri Widyaastuti – jamaah asal Jateng seraya mengakui meski sudah diatur tetap tidak bisa shalat normal karena padatnya jamaah.
Meski tidak bisa shalat normal, namun jamaah tetap puas dan bahagia bisa beribadah di Raudah karena yakin dikabulkan Allah SWT. Namun, banyak jamaah yang enggan mengemukan apa didoakannya pada waktu di Raudah kecuali hanya menangis. “Sulit diungkapkan, semua bercampur aduk,” aku Tri yang mengaku baru sekali ke Raudah.(SK12)

Artikulli paraprakSekda : Bupati Akan Tindak Pejabat Malas Bekerja
Artikulli tjetërPerusahaan Diminta Peduli Terhadap Kerusakan Jalan Negara