Beranda ekonomi RPH Batota Sudah Lampaui Target PAD

RPH Batota Sudah Lampaui Target PAD

645
0
Peternakan sapi yang digalakan masyarakat Rantau Pulung.

SANGATTA (1/7-2019)

Pemkab Kutai Timur terus mencari sumber  pendapatan daerah, sehingga mendongkrak  Pendapatan Asli Daerah (PAD).   Salah satu sumber PAD yang kini mengalami peningkatan sebagai penyumbang keuangan daerah adalah retribusi Rumah Potong Hewan (RPH) Batota yang dikelola  Dinas Pertanian (Distan) Kutim.

Sugiono – Kadis Pertanian Kutim

Kepala Dinas Pertanian Kutim, Sugiono, menyebutkan pemasukan retribusi RPH Batota  sudah melewati target dari Rp12 juta kini mencapai Rp36 juta, diperkirakan jumlahnya mencapai dua kali pada akhir tahun nanti.

Kepada Suara Kutim.com belum lama ini, dijelaskan, sesui Perda, satu ekor sapi yang dipotong di RPH Batota dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 40 ribu. Dengan penerimaan yang ada, ujar Sugiono, dapat dihitung jumlah sapi yang dipotong yakni lebih 200 ekor dalam waktu 6 bulan.

 “Banyaknya sapi yang dipotong karena  tingginya permintaan daging sapi  segar sapi, belum lagi  beberapa bulan kedepan diperkirakan  permintaan daging sapi juga akan tetap tinggi, dikarenakan banyaknya hajatan pernikahan. Karena itu dirinya yakin aktivitas di RPH Batota akan semakin meningkat,” beber Sugiono.

 Diakui, saat di RPH Batota Sangatta terdapat sebelas orang petugas pemotong hewan atau  yang biasa dikenal dengan sebutan penjagal. Dengan 11 orang penjagal, layanan pemotongan  cepat dan mudah.

Selain itu, Dinas Pertanian,  sudah memperbaiki pola penempatan hewan sapi siap potong di RPH  dengan  menyiapkan kandang sapi sementara sebelum sapi dipotong, agar sapi tidak  stress. Selain itu, ada  dokter hewan yang siap melakukan pemeriksaan kondisi dan kesehatan sapi sebelum dilakukan pemotongan.(SK3)

Artikulli paraprakCatatan Perjalanan Haji (44)
Artikulli tjetërKapolres Kutim Bangga 19 Anggotanya Naik Pangkat di Hari Bhayangkara