Beranda hukum Sambut HUT MA, PN Sangatta Ingatkan Bahaya Narkoba Bagi Pelajar SMA 1...

Sambut HUT MA, PN Sangatta Ingatkan Bahaya Narkoba Bagi Pelajar SMA 1 Sangatta Selatan

804
0
Alfian Wahyu Pratama – hakim PN Sangatta saat memberikan penyuluhan tentang Narkoba dan hukumannya.

SANGATTA (16/8-2019)

                Kasus penyalahgunaan Narkoba yang disidang Pengadilan Negeri (PN) Sangatta terus mengalami peningkatan, meski ganjaran hukuman yang diberikan kepada oknum yang terlibat tidak ringan minimal 4 tahun penjara dan denda ratusan juta rupiah.

                Meski demikian, kata Ketua PN Sangatta, Rahmat Sanjaya ketika menggelar penyuluhan hukum di SMA Negeri 1 Sangatta Selatan, Kamis (15/8) kemarin, tak membuat efek jera sehingga banyak oknum masyarakat yang ditangkap karena terlibat penyalahgunaan Narkoba.

                Penyuluhan hukum yang digelar PN Sangatta dengan sasaran pelajar ini, terang Rahmat Sanjaya menyemarakan HUT Mahkamah Agung RI ke 74 yang bertemakan “Peradilan Modern Berbasis Teknologi Informasi Untuk Melayani”.

                Dihadapan  puluhan pelajar SMA Negeri 1 Sangatta, Rahmat Sanjaya didampingi Alfian Wahyu Pratama – hakim PN Sangatta, Sarwono – Kepala Sekretariat BNK Kutim serta Kepala SMA Negeri 1 Sangatta Selatan, Tatik Widayani, diungkapkan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa  kian meningkat.

“Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan,” kata Rahmat Sanjaya.

Sementara Alfian Wahyu Pratama yang hampir setiap mengadili oknum masyarakat yang terlibat Narkoba dan obat keras, menyebutkan keterlibatan pelajar dan anak di bawah umur dalam penyalahgunaan Narkoba dan obat keras mulai terjadi di Kutim. “Awalnya mereka ingin dikenal sebagai anak hebat, pemberani namun sebenarnya semu karena kehebatan yang ada karena pengaruh obat – obatan bukan karena prestasi dan kemampuan diri untuk mengukir prestasi gemilang,” kata Alfian.

Kepada pelajar SMA 1 Sangatta Selatan, ia menaruh harapan tidak terlibat dalam penyalahgunaan Narkoba termasuk penyalahgunaan obat keras, ngelem, ngomik dan perbuatan yang merugikan diri dan keluarga. “Jangan coba-coba sekali mencoba bahaya, dan kalau ditangkap polisi bakal masuk penjara,” imbuhnya seraya berharap pelajar SMA 1 Sangatta Selatan menjadi generasi emas bagi Kutim dan Indonesia.(SK4)

Artikulli paraprakAwas, Armada Sampah Mulai Keok, Sampah Bakal Menumpuk
Artikulli tjetërIsmu : Pembangunan SPAM Maloy Untuk Kepentingan Orang Banyak