Beranda ekonomi Sangatta – Kongbeng Mulus, Masyarakat Senang

Sangatta – Kongbeng Mulus, Masyarakat Senang

2376
0
Ruas Trans Kalimantan di Mua Wahau

SANGATTA,Suara Kutim.com
Perjalanan ke Muara Wahau dan Kongbeng dalam setahun terakhir dirasakan warga tidak sesulit beberapa tahun lalu. Bahkan warga kedua kecamatan, mengaku bisa pulang pergi Wsahau Sangatta, dalam sehari.
Lancarnya perjalanan dari Sangatta ke Wahau ini karena membaiknya kondisi jalan yang dulunya berlubang dan berlumpur, kini sebagian besar sudah dicor. Bahkan dalam wilayah Muara Wahau dan Kongbeng, mulus. “Kami warga Kongbeng termasuk Muara Wahau, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Isran serta Gubernur Awang Faroek yang telah memperjuangkan serta berhasil membuat jalan menjadi mulus,” kata Balan Lawai (75) salah seorang tokoh masyarakat Kongbeng.
Disambangi dikediamannya belum lama ini, mantan Kades Miau Baru ini mengakui mulusnya jalan darat dari dan ke Sangatta selama ini, membuat warga senang karena segala urusan bisa diselesaikan dengan waktu tidak lama. “Dulu kita kadangkala harus bermalam di jalan karena kerap amblas dan banyak kendaraan besar terjerembab, sehingga kendaran lain ikut terhambat namun dalam setahun terakhir secara perlahan sudah mulus meski ada beberapa yang belum dicor tapi tetap mulus,” kata pria yang akrab dengan Gubernur Awang Faroek ini.
Tidak saja Balan, sejumlah sopir merasakan dengan baiknya jalan trans Kalimantan, bahkan ada yang mengakui pendapatan sebagai sopir mengalami peningkatan karena biaya perawatan berkurang. “Semenjak jalan mulus, biaya servis berkurang juga sebelumnya setiap jalan pasti ada saja yang dibaiki terutama bagian bawah seperti tangki atau ban,” aku Anton (35) warga SP4 Muara Wahau.
Diungkapkan semenjak jalan baik, perjalanan antara Sangatta ke Wahau bisa ditempuh 4 jam, jika lewat Rantau Pulung bisa lebih cepat sebelumnya bisa dua hari. Menurut Anton, karena kondisi jalan Rantau Pulung masih perbaikan kebanyakan sopir meleawati Bengalon, terkecuali tidak hujan.(SK-03/SK-05)

Artikulli paraprakIman : Pemotongan Karena Jumlah Guru Bertambah
Artikulli tjetërBanjir Masih Merendam Muara Ancalong