Beranda ekonomi Setahun Belum Dibayar, Kontraktor Bongkar SPBN

Setahun Belum Dibayar, Kontraktor Bongkar SPBN

1916
0
DIBONGKAR : SPBN Kenyamukan ternyata setahun belum dibayar Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, sehingga Jumat (31/1) dibongkar oleh kontraktor padahal nelayan sanhgat berharap segera dioperasikan

SANGATTA,Suara Kutim.com
Belum dioperasikannya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Kenyamukan ternyata akibat belum diselesaikannya pembayaran oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan RI sebagai pemilik proyek.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Timur, Murdiansyah, Rabu (4/2) membenarkan terjadinya pembongkaran SPBN Kenyamukan oleh kontraktor. “Persoalannya SPBN yang merupakan fasilitas umum untuk sebagai penyedia solar bagi nelayan ini karena kontraktor hingga kini belum dibayar, padahal pembangunan SPBN selesai akhir 2013 lalu,” terangnya.
Ia menerangkan proyek SPBN tidak kaitannya dengan DKP Kutim namun ia mengaku ada tanggungjawab moral karenanya pembongkaran SPBN sudah dilaporkan Bupati Isran Noor bahkan ke Kementrian Kelautan dan Perikanan di Jakarta. “Kini kami menunggu respon Kementrian KP yang berjanji akan datang,” jelasnya.
Diungkapkan, Kementrian KP dan kontraktor akan membahas bersama, pasalnya semenjak selesai dibangun akhir 2-013 lalu belum pernah digunakan sedangkan keberadaan SPBN sangat diharapkan nelayan untuk dapar memenuhi kebutuhan BBM.
Pemkab Kutim selain mendirikan TPI juga pabrik es untuk melengkapi kebutuhan nelayan. Selain itu jalan yang dulunya tanah kini sudah mulus dengan semen cor sehingga memberi akses kepada semua pihak. “Kami menyesalkan sekali ada pembongkaran SPBN itu, tapi apa mau dikata,” ungkap ketika ditanya wartawan.
Data yang dihimpun wartawan, SPBN Kenyamukan dibongkar sejumlah orang yang mengaku sabagai pekerja pada Jumat (30/1) dinihari lalu termasuk solar yang ada dalam tangki.
Miming – Kepala Dusun Kenyamukan yang menjadi saksi mata pembongkaran mengatakan pihak kontraktor menuding pemerintah ingkar janji untuk melunasi sisa pembayaran kontrak kerja.(SK-03)

Artikulli paraprakTleang Lung :Jangan Eksploitasi Hutan Wehea
Artikulli tjetërLahan Yang Dimasalahkan, Termasuk APL