Beranda hukum Siapa Saja Menerima Fee Proyek, Bakal Terungkap Dipersidangan

Siapa Saja Menerima Fee Proyek, Bakal Terungkap Dipersidangan

399
0

JAKARTA (3/9-2020)

                Berapa banyak dan kemana saja fee proyek yang dibagikan DA dan MA, akan diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK  dalam persidangan  yang tak lama lagi digelar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

                Plt Jubir KPK Ali Fikri menerangkan semua data terkait kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) disampaikan detail dalam surat dakwaan. Selain itu, tidak menutup kemungkinan adanya informasi baru saat berlangsung persidangan. “Beberapa kali, penyidik KPK mendalami kasus yang terungkap saat persidangan dan hasilnya benar,” bebernya.

                Sebelumnya, Ali Fikri menerangkan  penyidik KPK telah melimpahkan hasil pemeriksaan terhadap DA  dan AM – dua kontraktor asal Kutim yang diduga terlibat TPK yang melibatkan sejumlah pejabat Pemkab Kutim yakni Ism – Bupati, EUF – Ketua DPRD, Mus – Kepala Bappenda, Sur – Kepala BPKAD dan AET – Kadis PU.

                AD dan AM, disebutkan dalam waktu tidak lama, mulai menjalani persidangan ini terkait kasusnya oleh penyidik KPK, Senin (31/8) diserahkan ke JPU.“Dilimpahkannya tersangka dan kasus serat berkas pemeriksaan kini, AD dan AM  menjadi pengawasan  JPU,” terang Ali Fikri.

Berdasarkan SOP KPK, dalam waktu 14 hari kedepan, AM dan DA sudah menjalani persidangan dengan agenda awal pembacaan dakwaan. Iapun menambahkan  saksi yang bakal dihadirkan nantinya sebantak 49 orang. “Selama proses penyidikan,telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 49 saksi dan nantinya JPU akan menyusun timeline terkait saksi-saksi yang akan dihadirkan untuk pembuktian dakwaan yang disangkakan,” bebernya.

                Diungkapkan,  AM dan DA disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 64 KUHP yang ancaman hukuman paling singkat 1  tahun dan paling lama 5 (tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp250 juta.

                Dalam pasal 5 ini disebutkan, barang siapa  memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya atau memberi sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya.

Dijelaskan, saat ini, AM ditahan di Rutan Polda Metro Jaya sedang DA di Rutan Polres Jakarta Pusat. Seperti diberitakan, KPK awal bulan Juli lalu, mengamankan Ism, EUF, Mus, Sur, AET, kesemuanya pejabat Pemkab dan DPRD Kutim. Mereka disangka menerima suap dari proyek di Pemkab Kutim yang dikerjakan AM dan DA.(SK15)

Artikulli paraprakGunakan Pakaian Adat, Kodim Kukar Sosialisasikan Perbup Covid 19
Artikulli tjetërTakut Dengan Suami, NT Bawa Bayi Adik Kandungnya: Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara