Beranda hukum Smart City Menanti Kucuran Pusat

Smart City Menanti Kucuran Pusat

499
0

SANGATTA (5/9-2018)
Pembangunan Smart Regency Kutim merujuk pada program nasional, tidak berjalan mulus. Akibat belum adanya kejelasan dana yang digelontorkan pemerintah pusat. Akibatnya pendanaan untuk pembuatan masterplan Smart Regency tersebut baru bisa dibayarkan separuhnya.
Plt Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutim, Darsafani mengungkapkan dari Rp 420 juta yang diprogramkan, baru terbayarkan sekitar Rp 200 juta. Sementara sisanya terpaksa terhutang karena hingga kini belum ada anggaran untuk membayar. “Saat ini kekurangan itu sudah dilaporkan ke Sekda Kutim dan BPKAD selaku bendahara daerah,” terangnya.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim, Irawansyah membenarkan belum seluruh anggaran program pembangunan Smart Regency dikucurkan karena Pemkab Kutim menunggu anggaran dari pusat.
Terkait besaran anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Smart Regency di Kutim, Irawansyah, diakui mencapai Rp 5 miliar yang digunakan untuk penyusunan masterplan, hingga pembangunan jaringan. “Sistemnya disesuaikan kebutuhan dan ketersediaan dana,” terangnya.(SK2)

Artikulli paraprakJamaah Haji Kaget, Nilai Tukar Rupiah Anjlok
Artikulli tjetërMadinah Semakin Panas, Jamaah Tetap Semangat ke Masjid Nabawi