Beranda kutim Suhu Politik Memanas, 3 Parpol Kehilangan Kursi di Dapil 3 Kutim

Suhu Politik Memanas, 3 Parpol Kehilangan Kursi di Dapil 3 Kutim

1283
0
Suasana Perhitungan Dapil Kutim 3 Yang Tegang
SANGATTA,Suara Kutim.com
      Suasana politik  di Kutai Timur (Kutim)  kembali memanas setelah Pipres, namun penyebabnya bukan karena Pilpres tetapi munculnya data baru dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim, akan pembagian kursi untuk Kutim 3.
      Pada amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 26 Juni 2014 lalu, sebagai pihak termohon dalam sengketa nomor 10-07-23/PHPU.DPR-DPRD/XII/2014, KPU Kutim menyatakan tidak sependapat dengan data yang diajukan Partai Demokrat.
            Dalam bukti yang diajukan ke MK, KPU menampilkan bukti Form DB-1 Dapil Kutim 3 dengan tabel Lampiran II Model EB-1. Dalam tabel yang diajukan KPU sebagai bukti itu, menyebutkan suara sah di Dapil 3 Kutim sebanyak 40.976 suara dengan alokasi kursi 10 artinya angka BPP untuk satu kursi sebanyak 4.098 suara.
            Dihadapan majelis hakim yang diketuai Hamdan Zoelva itu, tertera Golkar memperoleh 2 kursi dengan perolehan suara sebanyak 6.452, demikian dengan Gerindra (6.243), Demokrat (6.478). Sementara PPP (O1.917) , Hanura (1.996), dan PKPI (1.824) sama-sama mendapat satu suara.
Putusan MK dan Data KPU Kutim

            Padahal pada perhitungan awal yang diketahui banyak pihak, pada Dapil 3  yang terdiri Kecamatan Bengalon, Sangatta Selatan, Teluk Pandan dan Rantau Pulung  ada 7 Parpol yang meraih kursi yakni Nasdem  dengan perolehan suara 2.732 mendapat  1 kursi, PKS (2.427/1),  PDI Perjuangan (2.539/1), Golkar (6.452/2), Gerindra (6.243/1), Demokrat (6.478/2), dan PPP mendapat 2 kursi dengan perolehan suara 6.593. “Pembagian kursi untuk Dapil Tiga itu merupakan hasil pembagian tahap kedua setelah perhitungan tahap pertama, kok tiba-tiba ada perubahan pembagian kursi itu darimana asalnya,” ujar Agiel Suwarno – Ketua DPC PDI Perjuangan.Jika data yang disampaikan KPU Kutim ke MK memang benar, boleh dikata perolehan kursi untuk PDI Perjuangan, PKS,  Nasdem hilang sementara PPP mengalami pengurangan 1 kursi. Sedangkan yang mendapat limpahan kursi yakni Gerindrab bertambah 1 sehingga menjadi 2 kursi, kemudian PKPI yang mendapat suara 1.824 memperoleh 1 kursi, demikian dengan PAN dan dan Hanura. “Masak yang peroleh suara lebih banyak ngak dapat kursi, malah yang kecil perolehan suaranya mendapat ini sungguh aneh mas,” ujar Agiel Suwarno.(SK-02/SK-03)

Artikulli paraprakSKPD Harus Hemat Anggaran dan Fokus Kegiatan
Artikulli tjetërWabup Puji Pertamina Peduli Daerah