Beranda ekonomi Sungai Kubur Diduga Tercemar Zat Besi dan Magnan, PDAM Kurangi...

Sungai Kubur Diduga Tercemar Zat Besi dan Magnan, PDAM Kurangi Produksi

0
IPA Kaubun ketika dibangun, lokasinya dekat Sungai Kubur.(Foto Ist)

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (17/9)
Produksi air bersih PDAM Kaubun terkendala dengan mutu air baku yang menurun dratis dalam beberapa pekan terakhir. Perubahan mutu air Sungai Kubur ini, menyebabkan PDAM harus mengurangi produksi yang berdampak distribusi kepada pelanggan.
Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Sangatta, Aji Mirni Mawarni menyebutkan sejak 2 September 2016 lalu, produksi air bersih yang dilakukan IPA Kaubun berkurang akibat memburuknya kondisi Sungai Kubur. “IPA Kaubun mengandalkan air baku dari Sungai Kubur, karena terjadi perubahan terpaksa produksi dikurangi,” terangnya.
Kepada awak media, wanita yang akrab disapa Mawar ini menyebutkan terjadi perubahan mutu air Sungai Kubur diduga kuat akibat penambangan. Ia mengungkapkan, karena ketika dilakukan penelitian di laboratorium ditemukan kandungan besi atau Fe dan Mangan dalam jumlah di atas batas wajar.
Mawar menduga kandungan yang ada pada air Sungai Kubur diduga akibat penambangan dimana airnya masuk ke Sungai Kubur. Meski demikian, PDAM akan meminta peneletian BLH Kutim sehingga ada pembanding. “Selama ini hasil uji laboratorium yang dilakukan PDAM tetap sama yakni adanya kandungan Fe dan Mn yang di atas batas toleransi, jika dibiarkan akan berdampak kesehatan manusia selain itu berpengaruh dengan biaya produksi PDAM,” akunya.
Informasi yang didapat Suara Kutim.com di sepanjang Sungai Kubur kini terdapat sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit maupun pertambangan. Disebutkan selama ini kondisi Sungai Kubur relative aman bahkan bening, namun semenjak ada perusahaan terjadi perubahan kualitas airnya terutama dari warna yang sudah kekeruhan.(SK3)