Beranda ekonomi Suparjan : Siap Jalankan Amanah Hingga Dirut PDAM Kutim Terpilih

Suparjan : Siap Jalankan Amanah Hingga Dirut PDAM Kutim Terpilih

920
0

SANGATTA (27/9-2018)
Suparjan – sebagai Pejabat sementara (Pj) Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur, Suparjan menyatakan siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan yang saat ini ditinggalkan Aji Mirni Mawarni yang mengundurkan diri pada 19 September 2018, lalu.
Amanah sebagai Pj ini, kata Suparjan, dipegangnya hingga ditetapkannya Direktur PDAM Kutim yang baru. Kepada waratwan usai serah terima jabatan Direktur PDAM Kutim di Kantor Pusat PDAM T2B Kutum, Kamis (27/9) dijelaskan sebagai pejabat sementara Direktur PDAM Kutim, ia akan fokus pada melanjutkan program kerja yang sudah disusun oleh direktur sebelumnya yaitu memperluas cakupan layanan agar seluruh wilayah Kutim bisa segera teraliri air bersih dari PDAM.
Selain itu, program-program dan pelayanan yang sudah ada dan berjalan saat ini hanya tinggal dioptimalkan dan ditingkatkan. Salah satu target jangka pendek saat ini adalah memastikan pada tahun 2019 Sangkulirang sudah teraliri air bersih dari PDAM Kutim. “Dari 18 kecamatan yang ada di Kutim, hanya Kecamatan Sangkulirang saja yang hingga kini warganya belum menikmati layanan air bersih PDAM. Sedangkan jika Kecamatan Sangkulirang sudah teraliri PDAM, maka langkah selanjutnya hanya tinggal memaksimalkan layanan yang ada sekarang di masing-masing kecamatan, hingga ke pelosok desa. Sehingga Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang sudah terbangun dimasing-masing kecamatan bisa difungsikan secara maksimal.,” kata salah satu pejabat PDAM yang diakui Aji Mirni punya andil besar dalam membesarkan PDAM.
Diakui, saat ini PDAM Kutim tidak lagi bergantung kepada Pemkab Kutim dalam hal operasional. Semenjak teraliri listrik PLN, PDAM Kutim tidak lagi menggunakan solar sebagai bahan bakar minyak genset.
Kondisi ini, ujar Suparjan, beribas pada penekanan biaya operasional PDAM Kutim dari harus membeli solar dibutuhkan Rp 900 juta namun kini hanya Rp 200 juta hingga Rp 300 juta dalam sebulan, sehingga sisa anggaran yang ada bisa digunakan untuk rehabilitasi dan perbaikan jaringan.(SK3)

Artikulli paraprakBulan Depan, RPP Pembentukan DOB Dibahas Bersama Istana
Artikulli tjetërKali Pertama Kunjungi Sandaran, Danlanal Sangatta Gelar Bakti Sosial Kesehatan