Beranda ekonomi Tahun 2019 : Investasi DN dan PMA Meningkat, Serap Ribuan Tenaga Kerja

Tahun 2019 : Investasi DN dan PMA Meningkat, Serap Ribuan Tenaga Kerja

553
0
Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi serta Plt Sekda M Sa'bani dan pejabat lainnya usai penyampaian LKPJ Pemprov Kaltim Tahun Anggaran 2019.(Foto Humas Setda Kaltim)

SAMARINDA (29/4-2020)

            Terkendalinya Kamtibmas Kaltim dan lancarnya Pemilu, Pilpres dan Pilkada menjadi daya tarik investor untuk menanamkan modalnya di Kaltim. Gubernur Isran Noor bersama Wagub  Hadi Mulyadi, Plt Sekda M Sa’bani serta pejabat lainnya usai menyampaikan LKPJ Tahun 2019, menerangkan  realisasi PMDN  mencapai Rp 22,67 triliun dengan  proyek sebanyak 2.227 paket. “Investasi paling besar berada di  Kutai Kartanegara mencapai  Rp 6,30 triliun, kemudian di Berau  sebesar Rp 3,15 triliun dan Balikpapan berada di tempat ketiga dengan investasi  Rp 2,50 triliun,” terang Isran.

            Ditambahkan Wagub Hadi Mulyadi, total investasi PMDN yang mencapai Rp22,6 triliun mampu  menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 20.837 orang dan TKA sebanyak 141 orang. Sementara Realiasasi PMA selama tahun 2019 lalu, mencapai  US$ 863.099.400 dengan 903 paket proyek.

Lokasi PMA, ujar Wagub Hadi Mulyadi, terbesar di  Kutai Timur sebesar US$ 324,29 juta atau Rp 4,86 triliun, kemudian Bontang dengan nilai ivestasi  US$ 280,75 juta disusul Kutai Kartanegara sebesar  US$ 69,56 juta. “Investasi PMA mampu menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 15.166 orang dan asing 100 orang,” terang Wagub Hadi Mulyadi.

            Kepada Suara Kutim.com dijelaskan negara paling besar investasinya di Kaltim yakni British Virgin Islands sebesar US$355.145.000, disusul Singapura US$195.228.900 dan Korea Selatan sebesar US$160.465.400. “Sektor pertambangan paling besar investasi, kemudian tanaman pangan dan perkebunan disusul kontruksi,” bebernya.

Selama tahun 2019, easlisasi investasi tahun 2019, ungkap Hadi, sejumlah kegiatan dilaksanakan dalam upaya pencapaian prioritas pembangunan seperti  penyederhanaan prosedur perijinan dan peningkatan pelayanan perizinan sektor primer.

Yang membanggakan, meningkatnya nilai investasi PMA berdampak terhadap peningkatan pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar 3,84 persen serta penerimaan PNPB sektor kehutanan sebesar Rp154 Miliar.(SK8)

Artikulli paraprakBahrani : Masyarakat Harus Sadar, Corona Terus Mengancam
Artikulli tjetërKutim Nambah 1, Pulang Dari Amerika Pemuda Samarinda Masuk PDP