Beranda kutim Takut Kotori Masjidil Haram, Jamaah Jalan Tanpa Alas Kaki

Takut Kotori Masjidil Haram, Jamaah Jalan Tanpa Alas Kaki

672
0
Ketua Kloter 4 Balikpapan DR Rusdian Noor ketika menjengkuk Ny Salbiah asal Kubar yang kakinya melepuh gara-gara mengejar bus tanpa alas kaki.

MAKKAH (10/8-2018)
Meski sudah berulang kali diimbau, ternyata tidak sedikit jamaah haji yang memperhatikan petugas soal alas kaki jika ke luar pemondokan atau masjid. Ini tiada lain, dalam beberapa hari terakhir ditemukan jamaah yang mengalami kaki melepuh karena jalan tanpa alas kaki.
Salah satu jamaah haji Kloter 4 Balikpapan, Ny Salbiah (68) asal Kutai Barat (Kubar) mendapat perawatan tim kesehatan Kloter karena kakinya melepuh gara-gara mengejar bis tanpa sadar tidak menggunakan sandal. “Ny Salbiah sudah membaik, karena luka akibat melepuh memerlukan perawatan khusus,” kata Dr Rsudian Noor – Ketua Kloter 4 Balikpapan setelah meninjau Ny Salbiah.
Jamaah haji yang berjalan tanpa alas kaki, terbanyak ditemukan di Masjidil Haram mereka umumnya jamaah yang baru tiba dan baru selesai melaksanakan tawaf dan sai. Sekelompok jamaah asal Jateng yang tampak kebingungan mau pulang, mengaku sandal mereka ada dalam tas namun takut mengotori halaman Masjidil Haram belum mau pakai. “Nanti kotor mas masjidnya, ntar saja pakai,” ketika ditanya Suara Kutim.com alasan tidak memakai alas kaki.
Selain takut mengotiri halaman Masjidil Haram, ada juga jamaah yang mengaku kehilangan sandal atau lupa menempatkan sehingga hari pulang tanpa alas kaki, namun ada juga jamaah yang mengaku sandalnya tercecer saat tawaf.
Bagi jamaah yang kehilangan sandal tentu serba salah, pasalnya untuk membeli tetap harus melintasi pelantaran masjid yang panasnya di siang hari bisa menggoreng telur dadar, terlebih pada aspal yang sudah berada di luar arena Masjidil Haram.
Sementara itu, kabar disediakannya sandal bagi jamaah haji Indonesia yang kehilangan alas kaki belum tampak di sekitar Masjidil Haram. Namun, sejumlah jamaah haji lainnya sebagian besar tidak lagi menitipkan alas kaki pada loker namun dibawa langsung ke dalam Masjiidl Haram namun sudah dibungkus dengan tas plastik atau serut yang dibagikan sejumlah bank di tanah air.(SK12)

Artikulli paraprakPengamanan Masjidil Haram Diperketat, Tas Diperiksa
Artikulli tjetërMasyarakat Tidak Buka Lahan Dengan Membakar