Beranda kutim adv pemkab Teman Seperjalanan KTM3 Akhirnya Terkonfirmasi Positif, Kutim Tambah 1 Kasus Positif COVID-19

Teman Seperjalanan KTM3 Akhirnya Terkonfirmasi Positif, Kutim Tambah 1 Kasus Positif COVID-19

294
0

Sangatta (19/4-2020)

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui juru bicaranya, Andi M Ishak, Minggu (19/4) sore, kembali mengumumkan kabar terbaru terkait perkembangan kasus dan penanganan pandemi COVID-19 di wilayah Kaltim. Melalui video conference, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim ini menyebutkan jika perhari ini, kembali terjadi penambahan 5 (lima) kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kaltim. Yakni 2 (dua) kasus terkonfirmasi dari Samarinda, sementara Balikpapan, Bontang dan Kutai Timur masing-masing ada 1 kasus terkonfirmasi positif.

Kepala Dinkes Kutim, Bahrani Hasanal

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Bahrani Hasanal saat dihubungi, Minggu (19/4) malam, membenarkan informasi yang disampaikan tim Gugus Tugas COVID-19 Kaltim tersebut. Dikatakan jika satu kasus terkonfirmasi positif asal Kutim atau KTM5 tersebut adalah teman seperjalanan pasien terkonfirmasi positif KTM3, yang sama-sama usai melakukan perjalanan ke India, beberapa waktu lalu.

“Iya benar. KTM5 ini teman seperjalanan dari KTM3, yang sama-sama melakukan perjalanan ke India, beberapa waktu lalu. Cuma pada saat pasien KTM3 terkonfirmasi positif pada 4 April 2020 lalu, yang bersangkutan (KTM5, red) juga dinyatakan positif dari hasil Rafid Testnya. Kemudian langsung kita isolasi juga di RSUD Kudungga,” jelas Bahrani.

Lanjut Bahrani, dalam observasi selama diisolasi pada instalasi khusus COVID-19 Kutim, KTM5 dalam kondisi stabil, meski memang memiliki keluhan batuk dan pilek. Namun secara keseluruhan, KTM5 termasuk pasien yang minim gejala COVID-19. “Dia (KTM5, red) termasuk pasien yang minim gejala gangguan kesehatan. Cuma batuk dan pilek saja. Bahkan saat dilakukan rafid test, kondisinya terlihat sehat-sehat saja. Sehingga bisa dikategorikan OTG (Orang Tanpa Gejala, red),” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Bahrani, dirinya kembali mengingatkan masyarakat Kutim agar lebih sadar dan perhatian terhadap pandemi COVID-19 yang saat ini tengah melanda Indonesia, termasuk Kutim. masyarakat diminta untuk tidak meremehkan penularan dan penyebaran COVID-19, karena akibat penularannya akan berefek buruk, terutama bagi orang yang memiliki penyakit bawaan dan berimunitas rendah, serta berumur tua atau lanjut usia (Lansia).

“Masyarakat jangan merehkan penularan COVID-19, sebab bisa menulari siapa saja. Jika yang terinfeksi memiliki imunitas tubuh yang baik dan tinggi serta usianya relatif muda, mungkin saja gejalanya tidak terlihat. Namun tetap masuk kategori OTG (Orang Tanpa Gejala, red) dan tetap bisa menularkan (COVID-19, red) kepada siapa saja. Kasihan jika yang tertular orang Lansia (lanjut Usia, red) dan memiliki penyakit bawaan, bisa langsung parah dan kemingkinan kecil bisa disembuhkan. Karenanya tetap ikuti anjuran pemerintah dan kesehatan, terap jaga jarak atau physical distancing, gunakan masker penutup mulut jika keluar rumah, cuci tangan secara rutin dengan sabun serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” tegas Bahrani.(Adv-Kominfo)

Artikulli paraprakPasien Corona di Kutim Bertambah 1 Orang
Artikulli tjetërKutim Usulkan 30 Persen Pergeseran Anggaran