Beranda hukum Titik Jemput Karyawan Bakal Diatur Dishub

Titik Jemput Karyawan Bakal Diatur Dishub

0

Loading

SANGATTA (14/8-2017)
Mengatsai kemacetan yang kerap terjadi di Kota Sangatta, terutama pada jam-jam masuk dan pulang kerja karyawan perusahaan tambang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur (Kutim) berencana akan mengatur ulang jarak halte perhentian bus angkutan karyawan.
Kepala Dinas Perhubungan Kutim melalui Kabid Perhubungan Darat, Failu mengungkapkan mengatakan penataan titik pemberhentian bus tengah mengkaji. Menurutnya, kajian dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi pada pertemuan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kutim.
Ia menyebutkan, saat ini, jarak antara antar halte penghentian bus perusahaan dengan halte berikutnya antara 400 meter hingga 500 meter. Kondisi jarak antara halte bus ini kemungkinan akan dirubah menjadi 750 meter hingga 1 kilometer. Sementara pihak PT Kaltim Prima Coal (KPC) selaku pengguna angkutan bus berkapasitas 60 kursi, mengusulkan jarak henti halte menjadi 2 kilometer, namun dinilai tidak mungkin.
Failu megakui menjadi permasalahan saat ini adalah kondisi jalan Yos Sudarso sebagai jalan utama protokol di Kota Sangatta sudah ramai padat karena aktivitas masyarakat. Belum lagi berderetnya bangunan pertokoan di sepanjang jalur tersebut. “Jika bus akan berhenti untuk mengangkut atau menurunkan penumpang karyawan, terkadang harus berebut area dengan parkir kendaraan pribadi dan kendaraan angkutan umum yang ada. Hal ini tentu sangat membahayakan keselamatan jiwa pengendara maupun masyarakat pengguna jalan yang ada di sekitar lokasi penghentian bus,” ungkapnya.
Dengan melakukan pengaturan ulang jarak halte perhentian bus, ujar Failu, sehingga dibuat batas stop dan parkir yang tidak boleh baik oleh kendaraan pribadi ataupun kendaraan angkutan umum masyarakat. “Aturan ityu nantinya hanya khusus boleh digunakan bagi bus angkutan karyawan perusahaan. Sehingga saat bus perusahaan beraktivitas menurunkan atau mengangkut karyawan tidak lagi menimbulkan kemacetan,” ujar Failu.
Pengamatan Suara Kutim.com kemacetan di Sangatta yang kerap terjadi yakni depan RS SOHC, Pasar Teluk Lingga dan Bundaran Patung Singa. Selain itu, angkutan karyawan kerap berhenti dalam jarak pendek sesuai permintaan karyawan terutama saat pulang kerja berbeda dengan masuk kerja rata-rata berada pada satu titik jemput.(SK13)