Beranda hukum Tudingan Dani Ditelusuri Kapolres Kutim

Tudingan Dani Ditelusuri Kapolres Kutim

1712
0

SANGATTA (24/12-2017)
Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Teddy Ristiawan, berjanji akan menelusuri informasi terjadi pemerasan terhadap pedagang BBM di Desa Batu Redi Kecamatan Batu Ampar seperti dilontarkan Dani Saputro di media sosial. “Postingan Dani Saputro itu tentu menjadi atensi saya, karenanya saya minta ditelusuri Propam karena menyangkut oknum Polisi. Jika tidak benar, harus ada penegakan hukum karena menyangkut nama Polisi,” ujar Kapolres, Sabtu (23/12) saat menghadiri Pembukaan Fishing Tournament 2017.
Dalam postingannya ke Bubuhan Samarinda, Dani menorehkan kalimat yang membuat kaget jajaran Polres Kutim. Dani yang tinggal di Samarinda, mengungkapkan “curhatan” orang tuanya sebagai pedagang BBM di Batu Balai. “Ayah saya dan dua pedagang bensin eceran lainnya yang berada di Batu Balai dianggap menjual BBM secara ilegal, sehingga harus membayar Rp 5 juta kepada pihak kepolisian,” tulis Dani yang dalam profilnya menempuh pendidikan disebuah perguruan tinggi ternama di Samarinda.
Namun, pada Rabu (20/12) Pukul 20.29 WITA, Dani mengeluarkan pernyataan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf kepada Polisi. Ia menyatakan, postingannya di Busam tidaklah benar. “Sidak yang dilakukan oknum polisi di Batu Balai adalah bagian dari sosialisasi pelarangan penjualan BBM bersubsidi tanpa surat izin. Tidak ada permintaan uang senilai Rp 5 juta. Saya meminta maaf kepada kepolisian atas postingan sebelumnya, dan berterimakasih atas saran dan masukan teman-teman,” tulisnya.
Kepada Suara Kutim.com, Kapolres Teddy menyatakan tidak segan untuk menindak anggotanya melakukan tindakan memalukan. “Jika benar, silahkan lapor ke saya terlebih ada buktinya. Jika bersalah, anggota saya pasti akan ditindak tegas karenanya masalah tudingan pemerasan itu didalami bahkan Danu sudah diminta keterangannya,” terang kapolres seraya menyebutkan kegiatan anggotanya di Batu Balai dalam rangka sosialisasi UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang melarang praktik penjualan BBM eceran.(SK12)

Artikulli paraprakIsmu Minta Sisir Warga Kutim Yang Belum Merekam Data di e-KTP
Artikulli tjetërFestival Seni dan Kuliner Minangkabau, Pererat Silahturahmi Warga Minang di Kaltim